Wisatawan Asing Makin Banyak Naik Kereta, Penumpang KA Daop 6 Tumbuh 7,8%

Anisatul Umah
Anisatul Umah Rabu, 07 Oktober 2026 20:37 WIB
Wisatawan Asing Makin Banyak Naik Kereta, Penumpang KA Daop 6 Tumbuh 7,8%

Penumpang WNA naik KA di wilayah operasional KAI Daop 6./istimewa-PT KAI

Harianjogja.com, JOGJA—Mobilitas wisatawan mancanegara menggunakan kereta api di wilayah KAI Daop 6 Yogyakarta terus meningkat. Sepanjang Januari-September 2026, jumlah penumpang Warga Negara Asing (WNA) tercatat 264.335 orang, naik 7,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 245.229 penumpang.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan kenaikan tersebut menunjukkan tingginya mobilitas wisatawan mancanegara yang memanfaatkan kereta api untuk bepergian.

Dari total 264.335 penumpang WNA tersebut, sebanyak 135.897 orang tercatat berangkat dari wilayah Daop 6. Jumlah itu meningkat 6,5% dibandingkan periode Januari-September 2025 yang mencapai 127.561 penumpang WNA.

Sementara itu, jumlah penumpang WNA yang tiba di wilayah Daop 6 mencapai 128.438 orang. Angka tersebut meningkat 9,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 117.668 penumpang WNA.

"Pertumbuhan volume penumpang WNA di angka 7,8% pada periode Januari–September 2026 menunjukkan tingginya mobilitas wisatawan mancanegara yang memanfaatkan transportasi kereta api," ujarnya dalam keterangan resminya, Rabu (7/10/2026).

Stasiun Yogyakarta Jadi Titik Utama

Menurut Feni, pertumbuhan penumpang WNA turut menunjukkan semakin pentingnya peran kereta api dalam mendukung konektivitas pariwisata di wilayah Yogyakarta, Solo, dan kota penopang di sekitarnya.

Stasiun Yogyakarta menjadi salah satu pintu masuk penting bagi wisatawan untuk menjangkau berbagai destinasi wisata di Yogyakarta dan Solo maupun wilayah sekitarnya.

KAI juga menyediakan berbagai sarana dan fasilitas untuk memberikan kemudahan serta kenyamanan bagi wisatawan mancanegara selama menggunakan layanan kereta api.

Fasilitas tersebut antara lain modernisasi armada sarana, layanan informasi dan petunjuk di stasiun maupun kereta dalam bahasa Inggris, papan informasi keberangkatan dan kedatangan, announcer, serta akses digital untuk pemesanan dan informasi perjalanan melalui aplikasi Access by KAI.

"Serta berbagai fasilitas penunjang kenyamanan penumpang lainnya," kata Feni.

Enam Stasiun dengan Keberangkatan WNA Tertinggi

KAI mencatat enam stasiun dengan volume keberangkatan penumpang WNA tertinggi di wilayah Daop 6 Yogyakarta selama Januari-September 2026. Stasiun Yogyakarta berada jauh di posisi teratas.

Berikut rinciannya:

  • Stasiun Yogyakarta: 108.210 penumpang
  • Stasiun Solo Balapan: 11.548 penumpang
  • Stasiun Lempuyangan: 11.002 penumpang
  • Stasiun Wates: 1.368 penumpang
  • Stasiun Purwosari: 1.064 penumpang
  • Stasiun Klaten: 1.017 penumpang

Untuk volume kedatangan penumpang WNA, Stasiun Yogyakarta kembali menjadi yang tertinggi. Berikut enam stasiun dengan jumlah kedatangan WNA terbanyak:

  • Stasiun Yogyakarta: 101.476 penumpang
  • Stasiun Solo Balapan: 10.938 penumpang
  • Stasiun Lempuyangan: 10.834 penumpang
  • Stasiun Wates: 1.526 penumpang
  • Stasiun Klaten: 967 penumpang
  • Stasiun Purwosari: 966 penumpang


WNA Gunakan Jogja dan Solo sebagai Titik Perjalanan

Feni mengatakan tingginya mobilitas WNA di sejumlah stasiun wilayah Daop 6 Yogyakarta menunjukkan posisi strategis kawasan tersebut sebagai salah satu gerbang utama wisatawan mancanegara.

Yogyakarta dan Solo kerap dijadikan titik awal wisatawan untuk melanjutkan perjalanan menuju sejumlah destinasi lainnya, seperti Surabaya, Malang, hingga Banyuwangi.

Menurut Feni, kemudahan akses transportasi kereta api dari dan menuju berbagai destinasi wisata turut membuka peluang lebih besar bagi pergerakan wisatawan ke berbagai wilayah di Daop 6.

Arus wisatawan mancanegara yang datang melalui simpul transportasi kereta api juga memberikan dampak lebih luas terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Mobilitas wisatawan berpotensi mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, akomodasi, kuliner, transportasi lanjutan, ekonomi kreatif, hingga UMKM yang berada di sekitar destinasi wisata dan kawasan stasiun.

Feni menambahkan tingginya pergerakan wisatawan melalui stasiun juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan pariwisata.

"Kami melihat konektivitas kereta api bukan hanya tentang perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya, tetapi juga bagaimana mobilitas tersebut dapat memberikan efek positif bagi perekonomian masyarakat," paparnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online