BPD DIY Juara Frontliner Championship 2026, Bidik Dominasi Tahun Depan
BPD DIY meraih tiga prestasi di Frontliner Championship BPDSI 2026. Capaian ini menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas layanan nasabah.
Kompleks Makam Kota Gede di Kampung Wisata Purbayan. (Instagram/@kamwispurbayan)
Harianjogja.com, JOGJA—Wakil Ketua DPRD Kota Jogja, RM Sinarbiyat Nujanat, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mengoptimalkan pengembangan kampung wisata budaya untuk memperluas persebaran kunjungan wisatawan. Selama ini, kunjungan dinilai masih terkonsentrasi di sejumlah titik seperti Malioboro, Tugu dan Kraton (Gumaton) sehingga berpotensi menimbulkan kejenuhan.
Sinarbiyat mengatakan Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Jogja perlu mencermati pola kunjungan wisatawan dan memastikan pengembangan sektor pariwisata turut menghidupkan kampung-kampung wisata. Menurutnya, data kunjungan yang tersedia belum menunjukkan indikator persebaran wisatawan ke kampung berbasis budaya.
“Ini yang kemudian perlu untuk segera diamati Dispar. Konsentrasi ini ada saatnya di titik kejenuhan,” kata Sinarbiyat saat dihubungi, Sabtu (24/10/2026).
Ia mengingatkan Kota Jogja tidak bisa terus mengandalkan posisinya sebagai tujuan utama wisata tanpa mengantisipasi perkembangan destinasi di kabupaten sekitar. Daerah-daerah tersebut dinilai memiliki potensi wisata alam dan desa wisata, serta terus melakukan perubahan regulasi untuk menarik investor.
Dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, daerah sekitar Kota Jogja berpotensi memiliki lebih banyak fasilitas akomodasi yang representatif dan destinasi wisata baru. Perkembangan tersebut perlu diantisipasi karena dapat memengaruhi tingkat kunjungan wisatawan dan hunian hotel di Kota Jogja.
“Tidak menutup kemungkinan lima sampai sepuluh tahun ke depan akan tumbuh hotel representatif. Ada wisata alam, desa wisata juga ada. Nah, Kota Jogja berpotensi mengalami penurunan tingkat kunjungan wisatawan dan hunian,” katanya.
Puluhan Kampung Wisata Budaya Perlu Dioptimalkan
Untuk mengantisipasi persaingan destinasi, Sinarbiyat mendorong Pemkot Jogja memaksimalkan potensi puluhan kampung wisata budaya yang selama ini telah diidentifikasi Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan).
Menurutnya, kampung wisata perlu dikembangkan agar benar-benar menjadi daya tarik baru bagi wisatawan, bukan sekadar tercatat sebagai destinasi. Dengan pengembangan yang optimal, kunjungan wisatawan diharapkan tidak hanya terpusat pada sejumlah lokasi yang selama ini menjadi tujuan utama.
Langkah tersebut dinilai penting karena sektor pariwisata, terutama hotel dan restoran, menjadi salah satu penopang utama pendapatan daerah. Karena itu, Pemkot Jogja diminta tidak terlalu percaya diri dengan posisinya sebagai destinasi unggulan dan segera melakukan pembenahan.
“Ini PR Pemkot. Kita perlu realistis. Pendapatan daerah terbesar dari pariwisata, hotel, restoran. Jangan overconfident,” ucapnya.
Sinarbiyat menilai pengembangan kampung wisata perlu menjadi bagian dari upaya menjaga daya tarik Kota Jogja di tengah pertumbuhan destinasi di wilayah sekitarnya. Pemerintah daerah perlu memastikan potensi wisata berbasis budaya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pariwisata.
DPRD Dorong Aktivitas Kampung Wisata
Sinarbiyat menambahkan DPRD Kota Jogja telah berupaya mendorong penguatan kampung wisata. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar penerimaan tamu dewan di lokasi kampung wisata.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi pemantik agar aktivitas kampung wisata semakin hidup dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
Selain mendorong pengembangan destinasi, Sinarbiyat meminta organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya yang menangani pariwisata, perindustrian, dan perdagangan, lebih aktif turun langsung menemui pelaku wisata.
Menurutnya, keterlibatan langsung pemerintah diperlukan untuk mengetahui persoalan dan kebutuhan pelaku di lapangan. Dengan memahami kondisi yang dihadapi pelaku wisata, pemerintah dapat menyusun kebijakan yang lebih sesuai dengan kebutuhan nyata.
Pengembangan kampung wisata budaya, pemerataan kunjungan, dan komunikasi langsung dengan pelaku usaha diharapkan menjadi bagian dari pembenahan pariwisata Kota Jogja. Upaya tersebut juga diperlukan untuk mengantisipasi pertumbuhan destinasi dan akomodasi di daerah sekitar yang berpotensi memengaruhi kunjungan wisatawan serta tingkat hunian hotel di Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPD DIY meraih tiga prestasi di Frontliner Championship BPDSI 2026. Capaian ini menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas layanan nasabah.
Ribuan bibit sengon, kopi, kemukus, dan balsa disalurkan kepada kelompok tani di Samigaluh untuk menjaga hutan Menoreh dan ekonomi warga.
OJK mengingatkan risiko pembiayaan digital. Nilai paylater mencapai Rp13,61 triliun dan pinjaman daring Rp106,94 triliun pada Agustus 2026.
Karang Taruna DIY merumuskan rekomendasi untuk memperkuat kepemimpinan perempuan, mulai dari reformasi kaderisasi, penguatan kapasitas
PHRI DIY menyoroti penginapan yang diduga belum berizin di Gumaton dan Jeron Beteng serta potensi kebocoran PAD Kota Jogja.
Ahli paru Tjandra Yoga Aditama mengingatkan risiko vape, mulai dari cedera paru-paru hingga gangguan kardiovaskular dan perkembangan otak.