BMKG Prediksi Hujan Sedang-Lebat di Utara DIY hingga 29 Oktober
BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat di utara DIY hingga 29 Oktober 2026. BPBD menyiapkan pemetaan wilayah rawan bencana.
DPRD DIY - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—DPRD DIY meminta pemerintah mengevaluasi pengembangan 18 Satuan Ruang Strategis (SRS) agar penetapan kawasan tidak berhenti pada status strategis, tetapi diikuti program pembangunan yang jelas dan bermanfaat bagi masyarakat. Evaluasi diperlukan untuk memastikan perencanaan, dukungan anggaran, dan pelaksanaan program berjalan sesuai kebutuhan setiap kawasan.
SRS merupakan kawasan yang memiliki nilai penting bagi keistimewaan DIY, baik dari aspek sejarah, budaya, lingkungan, ekonomi maupun tata ruang. Pengembangannya perlu diarahkan agar nilai penting tersebut tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Anggota Komisi A DPRD DIY, Akhid Nuryati, mengatakan pemerintah perlu memeriksa perkembangan setiap kawasan, termasuk program yang belum terlaksana dan kendala yang menghambat pembangunan. Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan tindak lanjut, mulai dari penyusunan rencana hingga dukungan anggaran.
“Yang kami betul-betul soroti adalah titik-titik Satuan Ruang Strategis yang ada di DIY. Kawasan yang sudah ditetapkan sebagai SRS harus mendapatkan afirmasi, termasuk dukungan Dana Keistimewaan sesuai dengan peruntukan dan ketentuan yang berlaku,” ujar Akhid, Kamis (29/10/2026).
Akhid meminta pemerintah kalurahan yang memiliki kawasan SRS menyusun dokumen tertulis mengenai kondisi wilayah, kebutuhan prioritas, dan rencana pengembangan. Dokumen tersebut diperlukan agar DPRD dapat memantau perkembangan program berdasarkan perencanaan yang jelas, bukan hanya mengandalkan penjelasan lisan saat kunjungan lapangan.
Menurut dia, kejelasan perencanaan juga penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset tanah yang telah tersedia. Pemerintah perlu memastikan peruntukan lahan, menyusun tahapan pembangunan, dan menyiapkan dokumen teknis sebelum program dijalankan.
Dengan perencanaan yang terukur, kebutuhan masing-masing kawasan dapat dipetakan sehingga dukungan anggaran dan pelaksanaan pembangunan lebih tepat sasaran.
Selain kejelasan perencanaan, Komisi A DPRD DIY menyoroti pemerataan Dana Keistimewaan (Danais) untuk pengembangan kawasan strategis. Anggota Komisi A DPRD DIY, Sigit Nursyam, menilai SRS Masjid Pathok Negoro Dongkelan di Kalurahan Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, belum memperoleh dukungan anggaran yang sebanding dengan nilai sejarah dan filosofisnya.
“Anggaran pengembangan SRS cukup besar, namun penyerapannya belum merata dan sejauh ini Bantul belum mendapat alokasi yang seimbang,” kata Sigit.
Menurut dia, kebutuhan pengembangan kawasan Masjid Pathok Negoro Dongkelan masih mencakup sejumlah infrastruktur dasar. Salah satunya akses jalan menuju masjid yang masih membutuhkan perbaikan sepanjang sekitar 300 meter.
Persoalan lain adalah luapan air sungai di sisi utara masjid saat musim hujan. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan agar kawasan dapat dimanfaatkan dengan lebih baik.
Selain infrastruktur jalan dan penanganan luapan air, kawasan itu juga memerlukan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), gapura penanda kawasan, serta ruang edukasi sejarah. Penataan tempat usaha warga dan lokasi mangkal ojek yang melayani peziarah juga dinilai penting agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan dengan pengembangan kawasan.
Komisi A DPRD DIY mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mengevaluasi pengembangan seluruh SRS, termasuk menyelaraskan kebijakan tata ruang keistimewaan dengan tata ruang reguler.
Evaluasi tersebut diharapkan dapat memperjelas prioritas pembangunan, memastikan kesiapan dokumen teknis, dan mengarahkan penggunaan Danais sesuai peruntukannya.
Dengan tindak lanjut yang lebih terencana, pengembangan 18 SRS di DIY diharapkan tidak hanya mempertahankan nilai sejarah dan budaya, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar kawasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat di utara DIY hingga 29 Oktober 2026. BPBD menyiapkan pemetaan wilayah rawan bencana.
adwal KRL Jogja-Solo Jumat, 30 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
Tiket konser Syahrini Rp35 juta menawarkan akses VIP, lounge khusus, sesi after-show, dan merchandise eksklusif. Kuotanya sekitar 40 orang.
Bakmi godog hangat dan suasana sawah menjadi daya tarik Sajian Kembang Turi di Turi, Sleman, untuk wisata kuliner keluarga saat musim hujan.
KAI menyiapkan extra seat diskon 50% untuk perjalanan kereta tertentu. Simak rencana penerapan, syarat pembelian, dan ketentuannya.
BPBD Gunungkidul mengajak komunitas keagamaan terlibat dalam mitigasi bencana, mulai dari kesiapsiagaan hingga pemulihan pascabencana.