SD Negeri Kasihan Raih Penghargaan Sekolah Siaga Kependudukan Terbaik Nasional

Kiki Luqman
Kiki Luqman Jum'at, 06 November 2026 21:57 WIB
SD Negeri Kasihan Raih Penghargaan Sekolah Siaga Kependudukan Terbaik Nasional

Ilustrasi, siswi SD Negeri Kasihan saat jam pelajaran. Harian Jogja-Kiki Luqman\r\n

Harianjogja.com, BANTUL—SD Negeri Kasihan, Kabupaten Bantul, berhasil meraih juara pertama tingkat nasional dalam Apresiasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Terbaik 2026 yang diselenggarakan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.

Penghargaan tersebut diraih setelah sekolah mengembangkan pendidikan kependudukan dan keluarga melalui berbagai kegiatan pembelajaran selama tiga tahun terakhir. Materi tersebut tidak hanya disampaikan dalam kegiatan belajar mengajar, tetapi juga diintegrasikan melalui kegiatan ekstrakurikuler, kokurikuler, hingga sejumlah program inovasi sekolah.

Kepala SD Negeri Kasihan, Harsiana Wardani, mengatakan pengembangan program Sekolah Siaga Kependudukan dilakukan dengan memasukkan materi kependudukan dan keluarga ke seluruh mata pelajaran. Dengan pendekatan tersebut, siswa diharapkan dapat memahami berbagai persoalan kependudukan dan kehidupan keluarga sejak usia sekolah dasar.

Menurut Harsiana, pendidikan kependudukan tidak sekadar bertujuan memberikan pengetahuan kepada siswa. Program tersebut juga diharapkan membantu anak mengenali diri sendiri, memahami keluarga, serta mengetahui lingkungan tempat mereka tumbuh dan berkembang.

“Kami memulai dari tiga tahun yang lalu. Kami mengembangkan pembelajaran berbasis kependudukan dan keluarga, mengintegrasikannya dalam seluruh mata pelajaran, kemudian pada kegiatan ekstrakurikuler, kokurikuler, serta program atau inovasi-inovasi lain yang kami bangun di sekolah ini berbasis kependudukan dan keluarga,” ujarnya, Jumat (6/11).

Berawal dari SSK Dasar hingga Juara Nasional

Sebelum mengikuti apresiasi tingkat nasional, SD Negeri Kasihan terlebih dahulu melewati sejumlah tahapan pengembangan program Sekolah Siaga Kependudukan. Sekolah tersebut mengawali proses dengan memperoleh sertifikat SSK Dasar.

Pengembangan kemudian berlanjut hingga sekolah berhasil meningkatkan status menjadi SSK Paripurna. Setelah mencapai predikat tersebut, SD Negeri Kasihan dapat mengikuti ajang apresiasi di tingkat nasional.

Perjalanan pengembangan program selama tiga tahun itu akhirnya membuahkan hasil pada 2026. SD Negeri Kasihan berhasil menempati peringkat pertama dalam Apresiasi SSK Terbaik tingkat nasional.

Harsiana menilai capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama berbagai pihak. Dalam menjalankan program pendidikan kependudukan dan keluarga, sekolah menggandeng 17 organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Bantul.

Kolaborasi juga melibatkan perguruan tinggi, jajaran kapanewon, penyuluh keluarga berencana (PLKB), pemerintah kalurahan, masyarakat sekitar, hingga wali murid.

“Ini berkat kolaborasi atau sinergi dari banyak pihak. Kami menggandeng 17 OPD yang ada di Kabupaten Bantul, ada universitas, kemudian jajaran kapanewon, PLKB, kalurahan, masyarakat sekitar, dan tentu saja wali murid,” katanya.

Pendidikan Kependudukan Hadapi Tantangan Era Digital

Meski berhasil meraih penghargaan tertinggi, Harsiana menegaskan SD Negeri Kasihan masih perlu melakukan pembenahan. Dia ingin pendidikan kependudukan tidak hanya menjadi materi pembelajaran di sekolah, tetapi juga benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari siswa.

Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini semakin besar karena anak-anak sudah berhadapan langsung dengan perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital. Siswa sekolah dasar saat ini, yang disebutnya sebagai bagian dari generasi Alpha, tumbuh dengan kemudahan mengakses informasi melalui dunia digital maupun dunia maya.

Kondisi tersebut membuat anak-anak berpotensi bersinggungan dengan berbagai informasi yang sebenarnya lebih sesuai dikonsumsi orang dewasa. Karena itu, pendidikan kependudukan dan keluarga dinilai penting untuk memberikan bekal pemahaman kepada siswa dalam menghadapi lingkungan dan perkembangan zaman.

“Anak-anak kami sekarang ini kan kami berhadapan dengan anak-anak generasi Alpha yang setiap hari berhadapan langsung dengan dunia digital, dunia maya, yang mana informasi itu begitu bebas. Beberapa hal yang sebenarnya menjadi konsumsi orang dewasa, sehari-hari mereka sudah mendapatkan,” ungkapnya.

Melalui pendidikan kependudukan dan keluarga, siswa diharapkan mampu mengenali identitas diri, memahami kondisi keluarga, serta mengetahui lingkungan sosial tempat mereka berada. Pengetahuan tersebut juga diharapkan membantu anak memahami cara menghormati orang lain dan mengenali batasan diri.

Harsiana berharap penguatan pendidikan kependudukan di SD Negeri Kasihan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi perkembangan siswa. Pengetahuan yang diperoleh sejak bangku sekolah dasar diharapkan menjadi bekal untuk membentuk generasi yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan.

“Harapannya, dengan adanya edukasi tentang kependudukan, mereka tahu siapa dirinya, siapa keluarganya, siapa lingkungannya, bagaimana harus menghormati orang lain, bagaimana membangun masa depannya, dan bagaimana tahu batasan dirinya. Mudah-mudahan itu bisa menumbuhkan pengetahuan dan keterampilannya semakin meningkat sebagai nantinya generasi emas 2045,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online