Warga Harus Jeli dengan Beragam Pelanggaran Pemilu

Bendera partai politik. - Solopos/Maulana Surya
02 September 2018 22:15 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja,com, KULONPROGO—Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kulonprogo meminta warga jeli dengan beragam jenis pelanggaran dalam pemilu. Selain itu diharapkan warga yang mengetahui terjadinya pelanggaran tidak takut untuk melapor.

Ketua Bawaslu Kulonprogo, Ria Harlinawati, mengungkapkan beberapa jenis pelanggaran yang potensial terjadi selama pemilu yaitu perusakan alat peraga kampanye (APK), politik uang, kampanye menggunakan fasilitas pendidikan, pemerintahan, rumah ibadah, dan lainnya. Berdasarkan pengalaman Pemilu sebelumnya, yang potensial banyak terjadi di Kulonprogo adalah politik uang dan perusakan APK. Terkait hal ini, Ria menyoroti poin khusus.

"Misalnya ada APK rusak, biarkan saja rusak. Jangan diambil lalu digunakan, biasanya warga mengambilnya lalu dipakai untuk menjemur gabah. Itu tidak boleh, bisa kena pasal perusakan APK, biarkan saja, laporkan ke Bawaslu, supaya ditindaklanjuti," kata dia, Minggu (2/9/2018).

Ria menambahkan, selain turut merusak APK secara tidak sengaja, Ria juga menyoroti masih banyaknya warga yang takut melapor bila mengetahui ada pelanggaran Pemilu. Padahal, dengan berani melapor, salah satunya kepada Bawaslu, maka warga turut berpartisipasi aktif menciptakan Pemilu yang bersih, lancar, berkualitas.

Terlebih lagi, Bawaslu juga menjamin kerahasiaan identitas pelapor. Pasalnya, Bawaslu menyadari, dibutuhkan kesadaran banyak pihak, untuk mencegah berbagai pelanggaran yang kerap terjadi di lingkungan mereka. "Jangan takut melaporkan kecurangan atau pelanggaran ke petugas Bawaslu, mulai dari pengawas tingkat kelurahan, kecamatan hingga kabupaten," kata dia.