Pendaftar CPNS Jalur Disabilitas dan Dokter Spesialis di Kulonprogo Sepi Peminat

Ilustari pendafataran CPNS online. - menpan.go.id
09 Oktober 2018 13:15 WIB I Ketut Sawitra Mustika Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pendaftaran penerimaan CPNS di pemkab Kulonprogo bakal ditutup Senin (15/10/2018). Namun hingga saat ini beberapa formasi masih belum ada pelamar sama sekali. Formasi khusus penyandang disabilitas yang disediakan kuota untuk empat orang, hingga Senin (8/10/2018) masih nihil pendaftar. Begitu juga dengan beberapa jenis formasi dokter spesialis.

Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kulonprogo mencatat hingga Senin pukul 09.00 WIB, jumlah pendaftar seleksi CPNS Kulonprogo 2018 sebanyak 541 orang. Adapun jumlah formasi yang dibuka sejumlah 383. Pendaftaran seleksi CPNS sudah dimulai sejak 26 September 2018 dan bakal ditutup 15 Oktober 2018.

Kepala Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan BKPP Kulonprogo, Trusta Hendraswara, mengatakan pendaftar untuk formasi khusus penyandang disabilitas masih kosong. Difabel diberi jatah untuk formasi guru kelas ahli pertama. "Kalau memang kosong, kalau disabilitas nanti kosong bisa diisi dari umum. Tapi itu kebijakan langsung dari Kemenpan RB. Bisa diisi umum. Ada kewajiban memberi kuota ke disabilitas satu persen. Artinya dari 383 diberi ruang. Kalau tetap kosong Kemenpan RB akan mengolah," kata Trusta, Senin.

Trusta mengatakan penyebab calon pendaftar untuk jalur difabel belum mendaftar karena mungkin mereka masih menunggu. Sebab para pelamar yang disasar tidak hanya terbatas di wilayah Kulonprogo. BKPP Kulonprogo juga sudah berusaha menyampaikan informasi agar ada penyandang disabilitas yang segera mendaftar.

Menurutnya, BKPP Kulonprogo sudah menyampaikan informasi mengenai formasi jalur penyandang disabilitas kepada Dinas Sosial. Harapannya, jawatan itu bisa menginformasikan kepada difabel yang memenuhi persyaratan. "Sudah diinfokan, tapi memang belum ada pendaftar. Mungkin media juga membantu untuk menyampaikan formasi khusus disabilitas di Kulonprogo belum terisi. Situasi yang sama juga terjadi di kabupaten dan kota lain. Pendaftar disabilitas masih sepi," ucap Trusta.

Trusta menambahkan, untuk formasi dokter spesialis juga banyak yang masih kosong. Dari 11 jenis formasi yang dibuka, yang ada pendaftarnya hanya dua formasi, yakni dokter spesialis orthopedi dan dokter spesialis kedokteran jiwa. Masing-masing jenis formasi dokter spesialis kecuali spesialis obstetri dan ginekologi, jumlah formasi yang dibuka hanya satu.

Formasi dokter spesialis, kata Trusta, agak sulit dicari karena faktor usia. Dokter spesialis biasanya mencapai status itu saat umur sudah lebih dari 35 tahun. Sementara untuk mendaftar jadi CPNS, usia maksimalnya 35 tahun. "Kalau spesialis, kalau di daerah lain kurang, ya tetap kosong karena tidak mungkin diisi karena sudah menyangkut jabatan. Tapi kalau disabilitas pada dasarnya sama dengan guru kelas ahli pertama. Itu kan banyak jumlahnya. Kalau spesialis, calon peserta pun sangat sedikit jadi kemungkin tidak terisi," katanya.