UMKM Zaman Now Harus Fokus Tingkatkan Kualitas SDM

Ilustrasi UMKM - Bisnis Indonesia/Rachman
07 November 2018 14:15 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGOKementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) meminta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk fokus kepada pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM). Hal itu dikemukakan oleh Deputi Pengawasan Kemenkop UKM, Suparno, saat memberi sambutan dalam Gebyar UKM Indonesia 2018: UKM Jaman Now di Aula Adhikarta, Gedung Kaca Pemkab Kulonprogo, Selasa (6/11/2018).

Suparno menjelaskan UKM merupakan pelaku bisnis yang dominan di Indonesia dan menyerap tenaga kerja yang sangat besar. Ia tidak menampik UKM harus siap memasuki ekonomi digital dan revolusi industri. Selain itu UKM dituntut menggunakan teknologi digital dalam mengelola bisnis agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas. "Dengan fokus pada kualitas SDM, UKM bisa menciptakan inovasi baru dan memenuhi permintaan pasar yang sangat cepat dengan tepat," kata dia, Selasa.

Executive Vice President of International Council for Small Business (ICSB) Indonesia, Jacky Mussry, mengungkapkan dari segi SDM, para penggerak UMKM cenderung merekrut orang-orang yang memiliki pengetahuan baik. Namun mereka lupa perlu ada orang yang punya calling (panggilan) untuk berada di bidang UKM, khususnya berkarya di bidang yang dikerjakan.

Dari pengalamannya berkeliling Indonesia dan bertemu dengan ribuan pelaku UMKM, sedikitnya ada tiga aspek yang ia soroti sebagai aspek harus diperhatikan agar UMKM dapat berkinerja lebih baik, yaitu aspek kewirausahaan, kreativitas, produktivitas.

Dari sisi kewirausahaan, banyak UMKM sudah beroperasi, namun mereka belum tahu apakah apa yang mereka jalani itu sudah benar bila dilihat dari nilai kewirausahaan. Mereka belum berani dan belum mengetahui cara untuk menjadi lebih besar. Dari sisi kreativitas, Jacky mengakui banyak UKM yang kreatif. Hanya saja banyak yang mengartikan kreatif itu hanya berhenti pada ide saja, padahal kalau mau fokus, bisnis kuncinya ada di eksekusi. "Kalau kreatif tapi eksekusinya buruk ya gagal," ucapnya.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengatakan, usaha yang ada di setiap desa dan koperasi harus mampu bekerjasama, mengingat omzet yang dihasilkan setiap bulan sangat besar. Dengan pengelolaan yang baik, ia mengajak seluruh pihak berupaya agar uang tetap dapat berputar di Kulonprogo, bukan ke luar Kulonprogo. “Produk asli Kulonprogo harus kita promosikan melalui belabeliku.com dan Tomira. Kita tidak benci produk asing namun kita cinta kemandirian,” kata Hasto.

Gebyar UKM diinisiasi oleh ICSB Indonesia. Gebyar UKM edisi ketiga diselenggarakan oleh Kemenkop UKM bersama Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa). Bekerja sama dengan Markplus Inc, acara ini melibatkan 34 kota/kabupaten se-Indonesia sebagai lokasi penyelenggara secara bergiliran.