Jalan di Kulonprogo Rusak Akibat Truk Pengangkut Material Pembangunan Bandara

Dinas Perhubungan Kulonprogo memasang rambu lalu lintas, flash lamp, warning lamp dan water barrier di beberapa lokasi, yang menjadi titik hilir mudik kendaraan proyek pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) untuk meminimalisir kecelakaan. - Harian Jogja/I Ketut Sawitra Mustika
11 Desember 2018 09:50 WIB Newswire Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Penambang di Kulonprogo diminta memperbaiki jalan yang rusak parah akibat lalu lintas truk pengangkut material tambang.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kulonprogo, meminta penambang tanah uruk di Kecamatan Kokap memperbaiki jalan Mlangsen-Pripih yang rusak parah akibat dilalui armada truk pengangkut material tambang.

Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati, Senin (10/12/2018), mengatakan dirinya sangat kecewa penambang tidak ada yang datang dalam audiensi dengan warga terdampak kerusakan jalan Mlangsen-Pripih di Desa Janten dan Karangwuluh, Kecamatan Temon, yang mengadu ke DPRD Kulonprogo.

"Kami sudah mengundang, tapi tidak ada satu pun yang datang. Bagaimana masalah kerusakan jalan Mlangsen-Pripih dapat diselesaikan cepat. Kami akan kembali mengundang penambang di Kokap, PT PP, dan PT Angkasa Pura I membahas masalah kerusakan jalan akibat dilalui armada tambang material yang dibutuhkan pembangunan Bandara NYIA," kata Akhid.

Ia juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mulai dari Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) melakukan koordinasi dengan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Temon melakukan peninjauan dan pengawasan teknis di lapangan soal kerusakan jalan Mlangsen-Pripih.

"Percepatan pembangunan Bandara NYIA menjadi tanggung jawab bersama. Warga senang dan tidak menolak pembangunan Bandara NYIA, tapi pelaksanaan ada dampak yang ditimbulkan. Hal ini juga perlu komitmen semua pihak supaya tidak menimbulkan masalah sosial," katanya.

Wakil Ketua I DPRD Kulonprogo Ponimin Budi Hartono mengatakan audiensi dengan warga Desa Janten dan Karangwuluh ini sebagai upaya mencari solusi terbaik apalagi masyarakat mendukung proyek Bandara. Namun karena dampaknya yang luar biasa, mengharuskan warga untuk menyampaikan hal itu.

"Penambangan ini tidak lepas dari peran PT Angkasa Pura dan PT PP sebagai pihak yang membeli produk. Jadi tolong agar masyarakat ini bisa diakomodasi melalui CSR atau lainnya," katanya.

Ponimin meminta perusahaan tambang yang menggunakan akses jalan itu hendaknya dapat bahu membahu memperbaiki kondisi jalan yang ada sesuai dokumen amdal yg diterbitkan.

"Saya yakin, kerusakan ini akibat dari ketidaktertiban muatan/tonase armada dalam mengangkut hasil tambang. Kalau kondisi masyarakatnya dinamis, tentu proyek ini akan berjalan tanpa hambatan," katanya.

Tokoh masyarakat Desa Karangwuluh Mujadi mengatakan dampak kerusakan jalan Mlangseng-Pripih yang dilewati armada pengangkut tambang tanah uruk setiap harinya 1.700 rit. Muatan tonase kendaraan selalu melebihi volumenya, sehingga mempercepat kerusakan jalan.

Ia mengatakan sejak Februari hingga akhir Oktober adalah dampak debu yang paling terasa. Pada Oktober sampai saat ini semakin parah karena musim hujan dan jalan rusak.

"Surat yang kami tujukan kepada Ketua DPRD sudah mewakili warga Karangwuluh dan Janten. Kami mohon armada truk dibatasi 300 rit per hari, jam operasional dari 08.00 WIB sampai 16.00 WIB. Dan ada kompensasi bagi warga," katanya.

Sumber : Antara