Pilur Serentak Gunungkidul 2026: DPS Tetapkan 120.856 Calon Pemilih
DPS Pilur Gunungkidul 2026 ditetapkan sebanyak 120.856 calon pemilih di 31 kalurahan. DPT dijadwalkan ditetapkan pada 24 Agustus 2026.
Ilustrasi./Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Memasuki pertengahan Oktober sejumlah wilayah di DIY mulai diguyur hujan. Meski demikian, untuk masyarakat di Gunungkidul harus lebih bersabar karena hujan diprediksi baru turun mulai November mendatang.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY terkait dengan masalah cuaca. Diprediksi hujan di Gununkidul agak terlambat dibandingkan dengan daerah lain di DIY karena diperkirakan turun mulai November.
“Daerah lain Oktober sudah ada yang diguyur hujan, tapi di kita [Gunungkidul] belum,” katanya kepada wartawan, Minggu (13/10/2019).
Menurut dia, kekeringan yang terjadi terus meluas. Hal ini terlihat dari cakupan wilayah kekeringan yang terus bertambah. Hinga saat ini sudah ada 16 kecamatan yang mengalami krisis air. “Terakhir kecamatan Karangmojo masuk sebagai wilayah yang terdampak kekeringan,” ungkapnya.
Edy menuturkan, meski wilayah terdampak makin meluas, namun peningkatan status kekeringan belum dilakukan. Hal ini dikarenakan mengacu pada anggaran yang dimiliki oleh BPBD.
“Masih ada anggarannya. Apalgi bantuan dari pihak ketiga juga banyak. Nanti, kalau dari total anggaran Rp530 juta sudah habis maka bisa mengambil opsi meningkatkan status menjadi darurat kekeringan,” ungkap mantan Sekretaris Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah ini.
Dia pun berharap dengan potensi hujan turun lebih mundur ketimbang daerah-daerah lain, masyarakat diminta untuk terus menghemat agar persediaan mencukupi. “Jangan dibuang sia-sia karena airnya juga semakin terbatas,” tuturnya.
Edy menambahkan, memasuki masa pancaroba, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi munculnya bencana. Salah satunya adalah musibah angin kencang karena kebiasaan satu bulan sebelum pergantian musim tekanan angin semakin tinggi sehingga embusan angin makin kencang. “Kalau tidak diwaspadai itu bisa menjadikan ancaman. Fenomena angin kencang sudah terjadi di Desa Karangmojo beberapa hari lalu,” katanya.
Untuk potensi angin kencang diprediksi merata di seluruh wilayah. “Agar ancaman berkurang ada baiknya pohon-pohon di sekitar rumah yang daunya lebat dan rantingnya lapuk untuk dipangkas,” imbuhnya.
Sekretaris Daerah Gununkidul, Drajad Ruswandono mengatakan, untuk tahun ini bantuan air bersih dari pihak ketiga sangat banyak sehingga membantu pemkab dalam upaya penangan. Meski demikian, ia tidak ingin pemkab bergantung dengan pihak swasta guna mengatasi permasalhaan krisis air bersih.
“Saya sudah instruksikan agar tahun depan ketergantungan dikurangi. Salah satunya, untuk optimalisasi peran dari PDAM maupun spamdes yang ada di masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPS Pilur Gunungkidul 2026 ditetapkan sebanyak 120.856 calon pemilih di 31 kalurahan. DPT dijadwalkan ditetapkan pada 24 Agustus 2026.
Viral tagging parkir memicu cekcok di tempat umum. Simak 10 etika parkir agar tidak mengganggu pengguna lain dan memicu konflik.
Kawasan wisata Bromo kembali dibuka 20 Agustus 2026 setelah kebakaran hutan dipadamkan. Pengunjung diminta mencegah sumber api.
Ribuan warga Kulonprogo memadati Alun-Alun Wates menyaksikan pawai HUT ke-81 RI yang diikuti 97 kontingen sekolah dan OPD.
BMKG mencatat 3.055 gempa susulan di Flores setelah gempa M7,7. Terbesar M6,2, sementara BNPB siapkan bantuan rumah warga terdampak.
Dishub Jogja menegaskan target pendapatan parkir harus tetap menjaga kelancaran lalu lintas dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi warga.