PAD Wisata Gunungkidul Lampaui Target, Evaluasi Jadi Sorotan
PAD wisata Gunungkidul melampaui target pada semester I 2026. Pemda fokus membenahi retribusi, akses jalan, dan pelayanan wisata.
Ilustrasi
Harianjogja.com, PATUK – Pembangunan jalur alternatif Gunungkidul-Sleman di ruas Ngalang-Ngoro-oro akan akan dilanjutkan tahun depan. Rencananya jalan baru sepanjang 10 kilometer ini akan terbagi dalam lima ruas pengerjaan.
Ruas pertama menghubungkan titik dari Ngoro-oro sampai Kedungkadang, titik kedua menghubungkan antara Kedungkadang-Kepil, titik ketiga Kepil-Bobung. Sedangkan titik keempat menghubungkan Bobung-Ngalang I dan titik kelima menghubungkan Karanganyar sampai perempatan SMP Negeri 1 Gedangsari.
BACA JUGA : Jalan Alternatif Gunungkidul-Sleman Dilanjutkan, Titik
Kepala Seksi Pemeliharaan, Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Wadiyana mengatakan, pembangunan jalan alternatif Sleman-Gunungkidul merupakan program dari Pemerintah DIY. Meski demikian, pemkab ikut membantu dalam upaya pengadaan tanah maupun perkembangan dalam pembanguann.
“Sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Rencananya dilanjutkan tahun depan untuk menyambungkan antara titik Ngalang-Ngoro-oro yang sekarang belum tersambung,” kata Wadiyana kepada wartawan, Jumat (14/8/2020).
Meski demikian, ia mengakui bahwa pembangunan di lima ruas tidak dilaksanakan secara bersamaan. Pasalnya, untuk pembangunan di tahun depan hanya dua ruas yakni di titik yang menghubungkan Ngoro-oro dengan Kedungkandang dan titik Karangayar sampai perempatan SMP Negeri 1 Gedangsari. Adapun upaya persiapan pembangunan sudah dimulai dengan melakukan pembersihan di sekitar lokasi.
BACA JUGA : Asyik Pembangungan Jalur Alternatif Desa Ngalang Dilanjutkan
“Kemungkinan untuk bisa selesai secara penuh sampai 2022,” ungkapnya.
Selain membangun jalan alternatif hingga bisa benar-benar terhubung, rencannaya di jalur Ngalang-Ngoro-oro juga dibangun lima jembatan. Rinciannya, dua jembatan sepanjang 200 meter di ruas Kedungkadang-Bobung dan Bobung-Kepil. Sedangkan tiga jembatan lainnya memilik panjang sekitar 70 meter.
“Semuanya didanai oleh Pemerintah DIY,” katanya.
Kepala Kundha Niti Mandala Sastra Tata Sasana atau Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Gunungkidul, Winaryo mengatakan, didalam rencana pembangunan jalur alternatif Gunungkidul-Sleman, pihaknya ikut membantu. Salah satunya dalam upaya pembebasan lahan untuk pembangunan.
BACA JUGA : Pembebasan Lahan Jalur Alternatif Gunungkidul-Sleman
“Sebelum menggunakan dana keistimewaan di tahun lalu, pengadaan tanah masih menggunakan dana dari APBD kabupaten,” katanya.
Menurut dia, pembebasan lahan di ruas Ngalang sampai Ngoro-oro sudah selesai dilakukan di tahun lalu. Total ada 671 bidang tanah dengan luasan mencapai 25 hektare. Adapun biaya yang dikeluarkan mencapai Rp105 miliar. “Semua sudah beres dan tinggal pembangunannya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul melampaui target pada semester I 2026. Pemda fokus membenahi retribusi, akses jalan, dan pelayanan wisata.
Pendaftar Magang Nasional 2026 Tahap 1 mencapai 300 ribu orang untuk memperebutkan 50 ribu posisi magang yang disediakan pemerintah.
DPRD Bantul mengawasi persiapan Pilur serentak di 30 kalurahan untuk memastikan tahapan berjalan transparan dan bebas politik uang.
Esensi digitalisasi bagi Kelompok Pengrajin Batik Rinakit merupakan gambaran semangat para pelaku ekonomi kreatif
Polisi menyebut dugaan aksi asusila di kafe di Kota Jogja dapat diproses sebagai tindak pidana pornografi jika disertai bukti yang valid.
Rusia mendukung program nuklir Korea Utara dan menolak seruan denuklirisasi Semenanjung Korea karena meningkatnya ketegangan kawasan.