Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Warga Ngupasan mengikuti pelatihan pembuatan pupuk kompos atau organic, Oktober lalu. /Ist-Ngupasan.
Harianjogja.com, GONDOMANAN--Meski masih di tengah masa pandemi Covid-19 hingga saat ini, tak menyurutkan semangat warga Kelurahan Ngupasan, Kota Jogja untuk tetap berupaya menjaga dan memelihara kebersihan serta keindahan lingkungan sekitar.
Lurah Ngupasan Kecamatan Gondomana Kota Jogja Didik Agus menuturkan semangat warga ini dibuktikan dengan banyaknya warga yang tergabung dalam kelompok bank sampah. Mereka antusias mengikuti sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk kompos atau organik yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja, pada November lalu.
Bertempat di aula Kelurahan Ngupasan, dalam kegiatan ini disampaikan permasalahan sampah di Kota Jogja lebih banyak didominasi oleh sampak rumah tangga dengan volume yang sangat tinggi setiap harinya, sementara kapasitas Tempat Pembuangan Akhir sangat terbatas.
BACA JUGA : Kini Ada Bank Sampah di Malioboro
“Untuk itu penting kiranya warga Kota Jogja untuk dapat membantu mengurangi volume sampah tersebut dengan cara mengelola sampah rumah tangga organik menjadi pupuk kompos yang sangat bermanfaat untuk tanaman,” ujarnya, Minggu (6/12/2020).
Didik mengingatkan pentingnya kesasadaran, kepedulian dan kemauan warga untuk mengelola lingkungannya agar tetap bersih, sehat dan indah. “Dapat menjadi alternatif tambahan penghasilan jika ditekuni dengan baik,” ungkapnya.
Dalam masa pandemi Covid-19 ini, aktivitas kelompok Bank Sampah tetap beraktivitas meski terbatas, namun demikian warga Ngupasan melakukan pemilahan sampah dan membuat pupuk kompos dan organik di rumah.
BACA JUGA : Bank Sampah di Kota Jogja Ini Ternyata Kerap Dikunjungi
Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi, mengatakan musuh masa depan masyarakat adalah sampah yang tidak terkelola dengan baik. Ia mengimbau masyarakat untuk mengubah paradigma dari yang sebelumnya sampah untuk dibuang menjadi sampah untuk dikelola.
Selain permasalahan semakin overloadnya sampah di TPA Piyungan, sampah yang tidak terkelola juga dapat menyebabkan banjir karena sampah menyumbat saluran air hujan. “maka kita harus sama-sama Kelola sampah, agar tidak menimbulkan berbagai masalah,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
China perketat ekspor teknologi AI dan semikonduktor, ikuti langkah AS. Kebijakan ini berpotensi mempengaruhi rantai pasok dan harga gadget di Indonesia
JLR mengonfirmasi Land Rover Discovery Sport akan berhenti diproduksi pada Desember 2026 setelah 11 tahun beredar. Regulasi baru Uni Eropa dan penurunan penjual
Elon Musk mengaku terlalu jauh terjun ke dunia politik saat memimpin DOGE. Pengakuan itu disampaikan dalam wawancara terbaru bersama The Economist.
WhatsApp Web tidak bisa dibuka, gagal login, atau pesan tidak terkirim? Simak tujuh cara mudah mengatasi WhatsApp Web error agar kembali normal.
Lima wakil Indonesia memulai perjuangan di Taipei Open 2026. Sorotan tertuju pada debut pasangan baru Dejan Ferdinansyah dan Apriyani Rahayu di sektor ganda cam