Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Sejumlah tokoh agama dan warga Kliren memanjatkan doa lintas iman di tepi Sungai Progo, Kamis (4/3/2021)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Tidak ingin bencana terjadi akibat perusakan sungai, warga Kliren, Kalurahan Sendangagung, Kapanewon Minggir, menggelar doa lintas iman dan penanaman pohon di tepi sisi timur Sungai Progo, Kamis (4/1/2021).
Penyelenggara doa lintas iman, Sukardi Suratmajan, menjelaskan kegiatan ini dilatarbelakangi keperihatinan warga pada kondisi Sungai Progo saat ini. “Kami menanggulangi perusakan dengan cara spiritual seperti ini,” ujarnya.
BACA JUGA: Rel Bandara YIA Hampir Rampung, Diklaim Bebas Ancaman Banjir karena Melayang
Dalam kegiatan ini ia menggandeng sejumlah tokoh agama lintas iman, yakni Islam, Kristren dan Katolik dari warga setempat, umat Hindu dari Sanggar Pamujan Palingga Padma Buana Mangir dan umat Budha dari Wihara Karangjati.
“Agar terhindar dari bencana apapun seperti banjir, longsor dan sebagainya. tujuan saya memohon keselamatan. Ini menjadi upaya saya mengedukasi warga pentingnya menjaga kelestarian kali agar tidak terjadi longsor atau penggerusan tanah yang membahayakan,” katanya.
Seorang warga setempat mengatakan di wilayahnya akan ada penambangan pasir di sungai Progo. Meski belum dimulai, kerusakan sungai mulai terlihat dengan tergerusnya tanah di pinggir sungai. “Padahal jaraknya tidak sampai 1 km dari jembatan,” ungkapnya.
Ia menuturkan penambang yang masuk telah meminta persetujuan warga dengan kesepakatan melakukan aktivitas tambang secara manual. “Ya mudah-mudahan dibuka pintu hatinya yang usaha penambangan sehingga kerusakan alam tidak meluas,” kata dia.
BACA JUGA: Harga Cabai Untungkan Petani, Pemkab Tak Gelar Operasi Pasar
Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Esti Wijayati, yang turut hadir dalam kegiatan ini menjelaskan PDI Perjuangan memiliki visi yang sama dengan masyarakat, yakni menjadikan sungai sebagai jalan peradaban sehingga perlu dijaga dari segala bentuk kerusakan.
“Kami berharap bisa menjaga lingkungan hidup. Maka kami juga menanam pohon di beberapa titik hari ini sebanyak 200 pohon. Secara simbolik kami tanam lima pohon, yang lain akan diserahkan kepada warga. Pohonnya khusus tanaman yang memang untuk pinggiran sungai,” katanya.
“Saya berharap regulasi penambangan atau pemberi izin betul-betul detail mengenai hal itu sehingga tidak merusak lingkungan. Jadi penambangan boleh berjalan tapi jangan sampai atas nama pembangunan justru merusak lingkungan.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Status desil bansos tiba-tiba naik meski kondisi ekonomi belum berubah? Ketahui penyebab kenaikan desil, dampaknya terhadap PKH dan BPNT, serta cara mengajukan
Lionel Messi kembali ke Inter Miami usai sang ayah wafat, namun The Herons kalah dramatis 2-3 dari Leon di Leagues Cup 2026 dan tersingkir.
Saham Roblox anjlok 70% setahun, nilai pasar lenyap Rp1,2 triliun. CFO sebut kurang game viral dan perubahan algoritma jadi biang kerok. Simak selengkapnya.
Striker anyar PSIM Jogja Adrian Dalmau mengungkap perbedaan sepak bola Indonesia dan Spanyol. Jebolan akademi Real Madrid itu juga berbicara soal adaptasi cuaca
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun