Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Sejumlah tokoh agama dan warga Kliren memanjatkan doa lintas iman di tepi Sungai Progo, Kamis (4/3/2021)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Tidak ingin bencana terjadi akibat perusakan sungai, warga Kliren, Kalurahan Sendangagung, Kapanewon Minggir, menggelar doa lintas iman dan penanaman pohon di tepi sisi timur Sungai Progo, Kamis (4/1/2021).
Penyelenggara doa lintas iman, Sukardi Suratmajan, menjelaskan kegiatan ini dilatarbelakangi keperihatinan warga pada kondisi Sungai Progo saat ini. “Kami menanggulangi perusakan dengan cara spiritual seperti ini,” ujarnya.
BACA JUGA: Rel Bandara YIA Hampir Rampung, Diklaim Bebas Ancaman Banjir karena Melayang
Dalam kegiatan ini ia menggandeng sejumlah tokoh agama lintas iman, yakni Islam, Kristren dan Katolik dari warga setempat, umat Hindu dari Sanggar Pamujan Palingga Padma Buana Mangir dan umat Budha dari Wihara Karangjati.
“Agar terhindar dari bencana apapun seperti banjir, longsor dan sebagainya. tujuan saya memohon keselamatan. Ini menjadi upaya saya mengedukasi warga pentingnya menjaga kelestarian kali agar tidak terjadi longsor atau penggerusan tanah yang membahayakan,” katanya.
Seorang warga setempat mengatakan di wilayahnya akan ada penambangan pasir di sungai Progo. Meski belum dimulai, kerusakan sungai mulai terlihat dengan tergerusnya tanah di pinggir sungai. “Padahal jaraknya tidak sampai 1 km dari jembatan,” ungkapnya.
Ia menuturkan penambang yang masuk telah meminta persetujuan warga dengan kesepakatan melakukan aktivitas tambang secara manual. “Ya mudah-mudahan dibuka pintu hatinya yang usaha penambangan sehingga kerusakan alam tidak meluas,” kata dia.
BACA JUGA: Harga Cabai Untungkan Petani, Pemkab Tak Gelar Operasi Pasar
Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Esti Wijayati, yang turut hadir dalam kegiatan ini menjelaskan PDI Perjuangan memiliki visi yang sama dengan masyarakat, yakni menjadikan sungai sebagai jalan peradaban sehingga perlu dijaga dari segala bentuk kerusakan.
“Kami berharap bisa menjaga lingkungan hidup. Maka kami juga menanam pohon di beberapa titik hari ini sebanyak 200 pohon. Secara simbolik kami tanam lima pohon, yang lain akan diserahkan kepada warga. Pohonnya khusus tanaman yang memang untuk pinggiran sungai,” katanya.
“Saya berharap regulasi penambangan atau pemberi izin betul-betul detail mengenai hal itu sehingga tidak merusak lingkungan. Jadi penambangan boleh berjalan tapi jangan sampai atas nama pembangunan justru merusak lingkungan.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
PSS Sleman kebobolan tujuh gol dari tiga laga Super League. Pieter Huistra mengakui catatan itu terlalu banyak dan harus diperbaiki.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.