56.000 Peserta BPJS Diaktifkan Lagi, Pemkab Gunungkidul Tambah Anggaran
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Petani di Kalurahan Jatiayu, Karangmojo saat memanen padi menggunakan modifikasi alat pemotong rumput, belum lama ini./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul memperkirakan panen padi di masa tanam pertama mampu menghasilkan 250.316 ton gabah kering giling (GKG). Adapun masa panen ini diperkirakan berlangsung hingga pertengahan bulan ini.
BACA JUGA: Jembatan Kretek II Penyambung JJLS di Bantul Hampir Jadi, Desainnya Bajak Sawah
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Sustiwiningsih mengatakan masa panen padi berlangsung sejak akhir Januari lalu. Diperkirakan panen masih berlangsung hingga pertengahan Maret ini.
“Masih dalam proses pendataan hasil pasti tentang panen. Kebetulan datanya di kantor, jadi belum bisa mengungkapkan seberapa luasan yang telah panen,” kata Sustiwiningsih, Kamis (3/3/2022).
Meski demikian, ia telah membuat prediksi panen padi di musim tanam pertama. Total ada lahan yang ditanam padi seluas 47.053 hektare. Adapun hasil pengubinan rata-rata panen mencapai 5,3 ton per hektare.
Oleh karenanya, Sustiwingsih optimistis di panen kali ini mampu menghasilkan 250.316 ton GKG. “Panen masih berlangsung dan terus kami data. Mudah-mudahan hasilnya bisa sesuai dengan apa yang diharapkan,” katanya.
Menurut dia, komoditas padi merupakan salah satu produk pertanian unggulan di Bumi Handayani. Berdasarkan pada data panen di 2021, dalam setahun produksinya bisa mencapai 301.160,97 ton.
Jumlah ini hanya kalah dengan produksi singkong atau ubi kayu yang hasilnya mencapai 829.556,31 ton. “Untuk produksi terendah ada pada komoditas kedelai. Dalam setahun, hanya bisa menghasilkan 4,394,11 ton di 2021 lalu,” katanya.
BACA JUGA: Malioboro Tetap Ramai Tanpa PKL di Trotoar, Wisatawan Kini Bisa Selonjoran
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi menambahkan, secara umum perkembangan tanaman padi berjalan dengan baik. Ia tidak menampik sempat ada serangan hama tikus di sejumlah lokasi. Meski demikian, permasalahan tersebut dapat ditangani sehingga tidak mengganggu pertumbuhan tanaman.
Risimiyadi pun optimistis hasil panen raya padi di musim tanam pertama dapat maksimal sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh petani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.