Produksi Ikan Turun Drastis, Nelayan Gunungkidul Pilih Tangkap Benur
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Salah satu rumah di Gunungkidul rata tanah akibat dihajar angin kencang pada Selasa (22/2/2022)/Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Sebanyak 178 warga terdampak puting beliung di Kapanewon Paliyan menerima bantuan stimulan dari Pemkab Gunungkidul. Bantuan yang diserahkan secara simbolis di Balai Kalurahan Mulusan, Paliyan, Rabu (13/4/2022) tersebut berjumlah total Rp110 juta.
“Mudah-mudahan bantuan ini bisa memberikan manfaat,” kata Sunaryanta di sela-sela penyerahan, Rabu.
Dia mengakui, bantuan yang diberikan tidak bisa mencukupi untuk memperbaiki seluruh kerusakan yang ada. Akan tetapi, bisa dipergunakan menambah biaya perbaikan.
BACA JUGA: 95.000 Keluarga di Gunungkidul Terima BLT Migor, Ini Jadwal Penyalurannya
Sunaryanta berharap kepada masyarakat untuk mewaspadai adanya potensi bencana di masa pancaroba dari musim penghujan ke kemarau.
Menurut dia, pemberian bantuan bukan yang pertama kali di tahun ini, karena sebelumnya ratusan warga di Kalurahan Semanu dan Pacarejo, Semanu telah memperoleh terlebih dahulu. “Bencananya sama, yakni angin kencang yang terjadi pada akhir Februari lalu,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Sri Suhartanto mengatakan hasil pendataan terkait dengan dampak angin puting beliung di Kapanewon Paliyan, ada sebanyak 178 rumah yang rusak.
Sesuai dengan keputusan bupati, warga terdampak mendapatkan bantuan perbaikan yang bersifat stimulan. “Sebelum diberikan dilakukan pendataan serta verifikasi terhadap tingkat kerusakan yang ada,” katanya.
BACA JUGA: Rencana Pembangunan Tugu Tobong di Bundaran Siyono Gunungkidul Tuai Kritik
Dia menjelaskan, hasil verifikasi ini menjadi acuan untuk pemberian bantuan. Total yang diberikan ke 178 warga terdampak mencapai Rp110.250.000. meski demkian, Sri Suhartanto memastikan jumlah yang diterima warga bervariasi mulai dari Rp500.000 hingga Rp17,5 juta.
Dia merinci ada 160 kepala keluarga yang mendapatkan bantuan sebesar Rp500.000. Jumlah ini diberikan kepada warga yang rumahnya rusak dengan kerugian mencapai Rp5 juta.
Sedangkan warga yang mengalami kerugian Rp5-10 juta mendapatkan bantuan Rp750.000 berjumlah 17 kepala keluarga yang menerima bantuan ini. “Khusus yang rusak berat ada satu dan mendapatkan bantuan Rp17,5 juta,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.
Bank Kulonprogo meraih TOP Golden Trophy 2026 lewat program kredit UMKM dan pembiayaan bagi PPPK Paruh Waktu.
Polsek Pundong mengungkap kasus pengeroyokan di Jalan Parangtritis Bantul. Lima pelaku diamankan usai aniaya pemuda.
Kemlu RI memastikan seluruh 39 WNI korban kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, telah ditemukan.
Presiden Prabowo menegaskan penambahan alutsista TNI AU seperti Rafale untuk memperkuat pertahanan Indonesia di tengah geopolitik global.