Pilur Bantul 2026, Calon Lurah Sabdodadi Bicara Digitalisasi Ekonomi
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Beberapa gerobak sampah berjejer di depan depo pembuangan sampah sementara di samping Stadion Mandala Krida, Umbulharjo, Jogja, Senin (9/5/2022)./Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA--Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja, Sugeng Darmanto menjelaskan, Tempat Pembuangan Sampah (TPAS) alternatif yang nantinya akan dibangun oleh Pemkot Jogja bukan menjadi pilihan utama sebagai lokasi pembuangan sampah. Tempat itu hanya dijadikan lokasi transit jika sewaktu-waktu TPST Piyungan mengalami permasalahan.
"Apabila terjadi dinamisasi di lapangan, kami bisa transitkan sampah itu dalam konteks untuk pengelolaannya, bukan dibuang langsung. Karena kami berkeinginan juga untuk mengurangi tingkat buangan sampah ke TPST Piyungan," ujarnya, Selasa (10/5/2022).
BACA JUGA: Siapkan TPA Sampah, Pemkot Jogja Pilih Bantul sebagai Lokasinya
Sugeng juga memastikan bahwa pembuangan sampah ke TPAS alternatif itu nantinya hanya menjadi pilihan terakhir. "Ini hanya penyangga sifatnya ketika ada buka dan tutup di Piyungan. Ketika kami memiliki tempat tersebut bukan untuk dijadikan pilihan pertama pembuangan," katanya.
Menurut Sugeng, pengolahan dengan sistem sanitary landfill adalah opsi yang paling memungkinkan untuk dilakukan sambil terus melakukan edukasi kepada masyarakat soal pengurangan produksi sampah di tingkat rumah tangga. Sebab, pengolahan dengan sistem lain menurutnya muskil lantaran membutuhkan biaya yang sangat besar.
"Misalnya yang di Cilacap dengan sistem RDF. Itu kan kerja sama dengan perusahaan besar di mana sampah menjadi bahan bakar. Itu kan termasuk proyek strategis Pusat dan harus ada perusahan besar yang masuk kalau tidak ada ya sulit, biayanya sangat besar untuk pembakaran," kata Sugeng.
"Kemudian Surabaya dengan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), itu memungkinkan karena biaya untuk pengolahan kerja sama dengan swasta. Untuk pembakarannya saja mencapai Rp50 miliar per tahun. Sangat besar sekali memang untuk persoalan sampah ini," sambung dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Sebanyak 92.055 warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah dengan 24.875 jiwa mengalami krisis air.
Disdag Jogja menggelar Gemati di 22 pasar selama Oktober 2026. Belanja minimal Rp20.000 berpeluang mendapat smartphone hingga sepeda.