DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Salah seorang warga sedang beraktivitas di saluran irigasi di dekat lahan pertanian milik warga Gelaran I, Bejiharjo, Karangmojo yang dipasangi jaring untuk antisipasi serangan hama pipit. Foto diambil Senin (9/1/2023). /Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Warga Dusun Gelaran I, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul terpaksa memasang jaring di area persawahan yang digarap. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko kegagalan panen karena serangan hama burung pipit.
Kepala Dusun Gelaran I, Bejiharjo, Husein Pamungkas mengatakan, area pertanian di kawasan wisata Goa Pindul mencapai 120 hektare. Lahan ini ditamani padi yang pada saat sekarang mulai berbuah.
Meski demikian, ia mengakui ada kendala karena petani bisa terancam gagal panen lantaran adanya serangan hama pipit. Kawanan burung ini mengincar tanaman padi yang mulai keluar bulirnya.
BACA JUGA : 3 Kemungkinan Penyebab Fenomena Burung Pipit Mati
“Bisa mencapai puluhan ribu ekor emprit yang menyerang. Kalau dibiarkan para petani bisa gagal panen,” katanya, Rabu (11/1/2023).
Husein mengungkapkan, untuk antisipasi serangan petani memasang jaring di atas tanaman padi di lahan pertanian yang dimiliki. Pemasangan ini sebagai upaya agar hama pipit tidak sampai memakan bulir padi yang mulai tumbuh.
“Jadi semua petani memasang jaring. Tujuannya, sebagai penghalang agar burung-burung ini tidak memakan bulir padi yang ada,” katanya.
Menurut dia, cara ini sangat efektif karena potensi serangan bisa ditekan. Husein pun berharap agar tanaman padi dapat tumbuh dengan subur sehingga panennya juga dapat dimaksimalkan.
“Untuk hama yang lain bisa terkendali karena ancaman wereng, keong, kresek relatif terkendali,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Wahyono, salah seorang petani di Kalurahan Bejiharjo. Menurut dia, padi yang ditanam dapat tumbuh dengan subur karena perawatan yang dilakukan secara rutin.
BACA JUGA : Desember, Petani Kulonprogo Diimbau Tanam Padi
“Yang sekarang jadi ancaman adalah serangan burung pipit. Antisipasinya dengan pasang jaring di atas sawah sebagai pelindung dari serangan,” katanya.
Menurut dia, para petani saat padi mulai berbuah sudah biasa memasang jaring untuk pengamanan. “Ya kalau tidak dipasang jaring maka bulir-bulir padi yang ada bisa dimakan habis oleh kawanan burung ini,” katanya.
Dia menambahkan, petani di kawasan Goa Pindul dalam setahun bisa panen sebanyak tiga kali. Hal ini tak lepas adanya sumber mata air di kawasan tersebut sehingga saat kemarau dimanfaatkan untuk lahan pertanian.
“Sekarang baru musim tanam pertama. Mudah-mudahan hasilnya dapat maksimal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest