WFH ASN Sleman Sepi Peminat, Baru 7,6 Persen Pegawai Memanfaatkan
Pemkab Sleman masih menerapkan WFH bagi ASN. Namun, baru 7,6% pegawai memanfaatkannya meski kuota kerja dari rumah mencapai 25%.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul menegaskan bahwa tidak ditemukan kasus flu Singapura hingga Sabtu (4/3/2023). Kendati demikian, Dinkes tetap meminta masyarakat Bantul untuk waspada.
Kepala Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan bahwa sejak tahun 2022 hingga sekarang, tidak ada penemuan kasus flu Singapura di Bantul.
“Flu Singapura tidak pernah ditemukan di Bantul. Tahun lalu juga tidak ada,” kata Joko dihubungi pada Sabtu (4/3/2023).
Pria yang kerap disapa Oki ini menjelaskan bahwa seseorang yang datang dari luar negeri memiliki potensi membawa virus penyebab flu Singapura. Terangnya, gejala flu Singapura tidak jauh berbeda dengan gejala flu pada umumnya.
“Flu tersebut bisa dicegah [penularannya] dengan istirahat yang baik, kemudian makan-makanan dengan gizi cukup,” katanya.
Baca juga: Waspada! Setiap Pekan Ditemukan Kasus Flu Singapura di Kulonprogo
Penularan juga dapat melalui bintik-bintik air yang berada di badan. Katanya, penularan tidak jauh berbeda dengan cacar air. Karena itu, seseorang yang terkena flu Singapura diharuskan menjauhi kerumunan agar tidak menyebabkan penularan.
“Flu Singapura ini pokoknya disebabkan oleh virus. Hanya manifestasinya seperti cacar air. Tapi beda virus. Kalau cacar kan disebabkan virus Varicella,” ucapnya.
Kementerian Kesehatan menyebut bahwa flu Singapura disebabkan oleh virus Enterovirus. Penyebaran virus tersebut dapat terjadi melalui kontak kulit, udara pernapasan, makan dan minum bersama. Kemudian, virus itu memiliki masa inkubasi tiga hingga enam hari dengan jumlah virus yang masih terdapat di tubuh bertahan hingga lima minggu.
Tanda awal seseorang terjangkit flu Singapura adalah terjadi perubahan warna kulit menjadi merah cerah dan bintik-bintik seperti lenting dengan ukuran 4-8 mm. Lenting- lenting dapat mengikis kulit sekitar dengan cepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman masih menerapkan WFH bagi ASN. Namun, baru 7,6% pegawai memanfaatkannya meski kuota kerja dari rumah mencapai 25%.
6 kebiasaan sepele bikin mobil boros BBM: berkendara agresif, rem mendadak, ban kempis, dan jarang servis. Simak tips hemat bensin dari Hyundai!
Kamboja resmi menjadi tuan rumah pembukaan Piala AFF 2026. Simak kemeriahan seremoni 30 tahun ASEAN Championship dan jadwal awal Timnas Indonesia.
Ingin liburan ke luar negeri tanpa menguras tabungan? Simak 5 strategi hemat mulai dari berburu tiket murah, memilih penginapan ekonomis, hingga memanfaatkan tr
Patah hati bukan cuma emosi, tapi proses biologis! Simak 6 langkah ilmiah move on ala Mel Robbins dari tren Life After Breakup di Threads.
Seorang juru parkir mengalami luka berat dalam kecelakaan di Jalan Monjali, Mlati, Sleman. Polisi masih memburu kendaraan yang diduga terlibat benturan awal.