Masuk Desil 6, Warga Bantul Pertanyakan Penetapan DTSEN
Warga di Kabupaten Bantul mempertanyakan proses penetapan desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Seorang pemuda berinisial AF, 26, warga Kebondalem Lor, Prambanan, Sleman hampir jadi bulan-bulanan warga lantaran aksinya mencuri kotak amal dan sejumlah barang di sebuah warung kelontong di Dusun Tambalan, Srimartani, Piyungan, Bantul.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengatakan, kejadian itu terjadi pada Rabu (3/4/2023). Awalnya AF mengaku berangkat dari rumah hendak menuju Kabupaten Gunungkidul.
Di tengah perjalanan, sekira pukul 03.00 WIB ia berhenti di sekitar wisata Bukit Bintang untuk beristirahat. "Ketika berhenti pelaku melihat warung dalam keadaan tertutup dan digembok. Kemudian pelaku masuk melompat dari pagar samping dan berhasil masuk ke dalam warung," ujar Jeffry, Kamis (4/05/2023).
BACA JUGA: Keterlaluan! Pencuri Ini Beraksi Saat Korban sedang Salat di Masjid
Setelah berhasil masuk, AF melihat kotak amal di atas etalase dan juga satu unit speaker. Dia kemudian keluar dengan terlebih dahulu membawa kotak amal. Setelah berhasil keluar, dirinya berniat untuk kembali masuk mengambil speaker tersebut. "Awalnya dia sudah memindahkan speaker. Mungkin karena enggak bisa bawa terus ditinggal dulu," jelas Jeffry.
Saat AF akan kembali masuk ke warung, dia melihat ada warga yang sedang menongkrong di sekitar lokasi. Untuk mengelabui aksinya itu, AF lantas masuk ke dalam musala untuk pura-pura ibadah sekaligus menghindari warga.
"Di dalam warung itu ada penjaga. Cuma waktu pelaku di dalam enggak berani keluar. Pas pelaku sudah keluar, baru penjaga itu keluar terus minta bantuan sama warga lainnya," kata dia.
Warga kemudian berusaha mencari keberadaan AF. Saat itu pula, pelaku keluar dari musala. Awalnya dia mengelak telah mencuri, tetapi saksi yang saat itu melihat kejadian meyakini bahwa AF adalah pelaku yang masuk ke dalam warung. "AF kemudian ditahan warga dan dilaporkan ke Polsek Piyungan," ucapnya.
Atas insiden ini polisi berhasil mengamankan barang bukti uang senilai Rp225.000 dan dua buah kotak amal. "Pelaku sudah diamankan di Mapolsek Piyungan. Saat ini masih dalam pemeriksaan lebih lanjut," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga di Kabupaten Bantul mempertanyakan proses penetapan desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)
Kementerian ATR/BPN meluncurkan tiga kebijakan baru pertanahan: pengukuran terjadwal, peralihan hak terintegrasi, dan organisasi berbasis wilayah.
Desain lebih ringkas, kapasitas tinta tinggi, dan konektivitas lebih cerdas untuk mendukung kebutuhan rumah tangga hingga UMKM
Menempuh 520 km, Muhammad Riana datang ke Cherrypop untuk menyaksikan Pandai Besi. Musik membawanya pada kisah personal dan literasi.
Warga Bantul mengeluhkan data desil 6-10 yang dinilai tak sesuai kondisi ekonomi setelah PHK dan perubahan pendapatan keluarga.
DPRD DIY menyoroti hak buruh transportasi terkait UMK, lembur, BPJS Ketenagakerjaan, sanksi pemotongan gaji, dan K3.