PSEL Belum Beroperasi, Sleman Kerahkan Pendamping Sampah
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Ilustrasi perbaikan jalan./Pixabay-Joshua Woroniecki
Harianjogja.com, KULONPROGO—Akses jalan menuju Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) khususnya pada ruas jalan Jogja Wates sedang dilakukan perbaikan. Oleh karena itu para pengguna jalan kemungkinan akan terganggu karena diberlakukan sistem buka tutup.
Adapun titik ruas jalan yang diperbaiki itu berada di wilayah Sentolo yang menjadi salah satu akses menuju YI dari Jogja jika menggunakan kendaraan bermotor. Perbaikan jalan nasional yang melintas di Kapanewon Sentolo kembali dilanjutkan setelah sempat berhenti karena periode Lebaran 2023. Dengan begitu, sistem buka-tutup diberlakukan kembali.
BACA JUGA : Pemerintah Pusat Akan Bantu Daerah Perbaiki Jalan Rusak
Sistem buka tutup ini dilakukan karena ada perbaikan khususnya pada ruas jalan dari arah Wates menuju Jogja atau ruas jalan sisi utara yang dilakukan perbaikan. Sehingga para pengguna jalan dari arah Jogja maupun dari arah Wates harus saling berbagi untuk memanfaatkan ruas sisi selatan (Jogja-Wates).
Sistem buka tutup dilakukan sendiri oleh pelaksana proyek dengan secara bergantian memberikan aba-aba kepada para pengguna jalan kapan harus berhenti dan berjalan. Adapun petugas yang berjaga di sisi barat melakukan komunikasi lewat HT dengan petugas di ujung timur untuk koordinasi kapan pengguna jalan diberi izin untuk melintas.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Provinsi DIY, Ersy Perdhana mengatakan perbaikan tersebut telah dilanjut dari beberapa hari yang lalu, setelah periode Lebaran selesai. “Perbaikan jalan itu masih kurang sekitar dua kilometer lagi. Sekitar bulan Oktober atau November tahun ini sudah selesai,” kata Ersy dihubungi pada Jumat (12/5/2023).
BACA JUGA : Perbaiki Jalan-Jalan Rusak di Bantul, Pemkab Siapkan
Saat ini, jalan menuju Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) tersebut kembali menggunakan sistem buka-tutup. Perbaikan jalan yang dilakukan secara bertahap sejak tahun 2017 tersebut dilakukan karena kondisi dasar tanah lunak, sehingga menyebabkan permukaan jalan bergelombang.
Guna mencegah terjadinya kerusakan pada permukaan atau struktur jalan, jalan tersebut terlebih dahulu dilapisi dengan geomembrane sebagai pemisah. Dengan demikian, air tidak merusak struktur tanah secara signifikan. Karena jika struktur tanah terganggu, maka permukaan jalan akan mudah rusak.
Total panjang perbaikan jalan nasional tersebut terhitung dari tahun 2022-2023 adalah 7,63 kilometer dengan lebar jalan 11 meter. Khusus tahun 2023, anggaran perbaikan yang berasal dari Pusat melalui Kementerian PUPR mencapai Rp50 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menargetkan kemenangan saat menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung Bantul.
Toyota mencatat permintaan Veloz Hybrid menembus 10 ribu unit di tengah kenaikan harga BBM dan meningkatnya minat mobil hemat bahan bakar.
Dua wisatawan asal Karawang ditemukan meninggal tertimbun longsor di jalur menuju Curug Cileat, Subang, Jawa Barat.
Manchester City menjuarai Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 lewat gol Antoine Semenyo di Stadion Wembley.
Kunjungan wisatawan di Malioboro Jogja meningkat selama long weekend Kenaikan Isa Almasih, terutama pada sore hingga malam hari.