Investasi Sleman Tembus Rp3,53 Triliun, Ini Sektor Terbesarnya
Investasi Sleman mencapai Rp3,53 triliun pada Januari-September 2026. Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menyumbang Rp1,58 triliun.
Ilustrasi Indonesia Emas 2045./Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Menyongsong Indonesia Emas 2045, Pemda DIY mendorong agar organisasi perangkat daerah (OPD) dapat memfasilitasi dan mendorong pemuda untuk berpartisipasi dalam perubahan.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X menyampaikan pada 2021 Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) DIY menduduki peringkat pertama nasional dengan angka 69,67. Itulah sebabnya, dia agar OPD di lingkup Pemda DIY dapat memfasilitasi pemuda agar dapat berperan dalam perubahan.
“Dalam rangka mendukung visi nasional mewujudkan Indonesia Emas 2045 dan mengoptimalkan bonus demografi di masa yang akan datang. Generasi muda, diharapkan menjadi penggerak kemajuan daerah maupun negara,” katanya di kompleks Kepatihan, Jumat (28/7/2023).
BACA JUGA: Kenal di Lapas, Dua Pemuda Berkomplot Maling Laptop
Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan (Dirjen PDP) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes-PDTT), Sugito menyampaikan pemuda dapat turut berpartisipasi dalam pembangunan desa.
“Mereka [pemuda] bisa membangun sinergi dan solidaritas sosial warga di dalam pelaksanaan pembangunan desa. Peran mereka mulai dari melakukan misalnya pendataan. Peran mereka menemukan, mengenali berbagai potensi, sampai mereka untuk bersama-sama mengambil kebijakan di desa,” katanya.
Dia menilai dalam pembangunan desa pemuda dapat berperan dalam berbagai hal, antara lain dalam pengembangna sumber daya manusia (SDM) melalui kewirausahaan, pengembangan sistem informasi desa, dan pendampingan pengelolaan dan manajemen BUMDes.
Selain itu, menurut Sugito pemuda juga dapat berperan dalam peningkatan ekonomi desa antara lain dengan menciptakan nilai tambah terhadap produk desa, pengembangan e-commerce, pertanian organik dan pengembangan desa wisata.
Namun, menurut Sugito dalam beberapa situasi masih ditemui kurangnya ruang bagi pemuda untuk dapat berpartisipasi dalam pembangunan. Karena itulah, menurutnya berbagai pihak harus memberikan ruang agar pemuda dapat turut berkontribusi dalam pembangunan. “Kemudian juga untuk bersama-sama di desa bersama dengan kelembagaan atau pemerintah desa untuk selalu aktif. Ruang itu saya yakin harus sama-sama diberikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investasi Sleman mencapai Rp3,53 triliun pada Januari-September 2026. Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menyumbang Rp1,58 triliun.
Lomba grafiti dan mural di Cangkringan menjadi wadah kreativitas pemuda Sleman sekaligus meningkatkan kesadaran mitigasi bencana Gunung Merapi.
Ribuan bibit sengon, kopi, kemukus, dan balsa disalurkan kepada kelompok tani di Samigaluh untuk menjaga hutan Menoreh dan ekonomi warga.
OJK mengingatkan risiko pembiayaan digital. Nilai paylater mencapai Rp13,61 triliun dan pinjaman daring Rp106,94 triliun pada Agustus 2026.
Karang Taruna DIY merumuskan rekomendasi untuk memperkuat kepemimpinan perempuan, mulai dari reformasi kaderisasi, penguatan kapasitas
PHRI DIY menyoroti penginapan yang diduga belum berizin di Gumaton dan Jeron Beteng serta potensi kebocoran PAD Kota Jogja.