27 Trash Barrier Dipasang di Sungai Kota Jogja Tahun Ini
Pemkot Jogja menambah sembilan trash barrier di empat sungai untuk menahan sampah dan menjaga kebersihan aliran sungai.
Singgih Raharjo (bertopi) meninjau pengelolaan sampah warga di Kelurahan Giwangan, Kemantren Umbulharjo. - ist/Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA–Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Karang Miri, Kelurahan Giwangan, Kemantren Umbulharjo, Kota Jogja, sukses mengelola sampah organik dengan maggot sejak tahun 2020.
Ketua Kelompok Maggot Lele, Kampung Karang Miri, Priyono menyampaikan pengelolaan sampah organik rumah tangga secara mandiri menggunakan maggot telah dilakukan sejak tahun 2020.
"Selama ini sampah jadi masalah, ini butuh perhatian dari kita agar sampah diolah dengan sedemikian rupa. Agar nantinya sampah setelah diolah jadi berkah dan menjadi rezeki di wilayah kita," katanya, Rabu (23/8/2203).
Saat ini TPST Karang Miri telah mengolah sampah warga RT 22, 23, dan 24 dengan volume sampah per hari mencapai sekitar 30 kg. Sampah organik rumah tangga tersebut akan menjadi bahan pangan bagi maggot. Setelah itu, maggot yang telah cukup umur maka akan diolah menjadi pelet untuk pakan ikan.
Dari proses pengolahan sampah organik tersebut, menurut Priyono dapat menghasilkan baby maggot hingga 10 kg per bulan. Kemudian, sisa makanan maggot pun diolah menjadi pupuk kompos yang dapat dijual.
BACA JUGA: PP Muhammadiyah Tetapkan Hari Pers Nasional Khusus Mereka, Ini Alasannya
Salah satu warga yang juga menyetorkan sampah organiknya ke TPST Karang Miri, Purbudi Wahyuni menyampaikan antusiasmenya untuk mengolah sampah organik di TPST tersebut.
“Warga rajin memilah sampah anorganik dan organik karena kami sudah melakukan sejak lama, dan sudah ada ember di setiap rumah. Jika sampah sudah terkumpul warga akan langsung menyetorkan kesini,” katanya.
Menurutnya metode pengolahan sampah organik dengan menggunakan maggot telah berhasil mengurangi sampah organik yang ada.
Penjabat (Pj) Walikota Jogja, Singgih Raharjo menyampaikan apresiasinya atas pengolahan sampah organik yang dilakukan warga secara mandiri.
"Ini sangat luar biasa, pengelolaan sampah yang lumayan cukup lama dan kita akan pelajari terlebih dahulu, kemudian kita kembangkan menjadi tempat menyelesaikan sampah terutama di Kelurahan Giwangan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menambah sembilan trash barrier di empat sungai untuk menahan sampah dan menjaga kebersihan aliran sungai.
Tabrakan kereta barang dan bus di Bangkok, Thailand, menewaskan delapan orang dan melukai 32 korban di dekat Stasiun Makkasan.
Komnas HAM meminta kampus, pesantren, dan ormas segera membentuk Satgas TPKS untuk memperkuat perlindungan korban kekerasan seksual.
KDMP Tamanmartani masih menunggu izin operasional Klinik Pratama dari Dinkes Sleman usai proses visitasi dan evaluasi lapangan.
Muhammadiyah Games 2026 resmi dibuka di UAD, jadi ajang pembinaan atlet dan kompetisi olahraga lintas jenjang pendidikan.
PPIH Arab Saudi siapkan skema murur haji 2026 agar lansia tak turun di Muzdalifah demi kelancaran Armuzna.