CFD Gunungkidul Pindah ke Jalan Agus Salim, Ini Alasannya
CFD Gunungkidul resmi pindah ke Jalan Agus Salim. Lokasi baru dinilai lebih luas, tertata, nyaman, dan ramai pengunjung.
Tangki milik BPBD Gunungkidul pada saat menyalurkan bantuan air bersih ke salah satu bak penampungan air yang dimiliki warga Dusun Sumber, Planjan, Saptosari. Kamis (18/5/2023)./Istimewa-BPBD Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul terus menyalurkan bantuan air bersih ke masyarakat. Total hingga sekarang, bantuan yang disalurkan mencapai 110 tangki.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan, sudah membuat peta rawan kekerangan akibat dampak dari musim kemarau. Diperkirakan ada 107.853 jiwa di 55 kalurahan di 14 kapanewon yang berpotensi mengalami krisis air bersih.
“Empat kapanewon yang terbebas di antaranya Wonosari, Karangmojo, Playen dan Semin. Sedangkan 14 lainnya berpotensi terdampak kekeringan,” kata Sumadi, Jumat (25/8/2023).
BACA JUGA: Perkuat Layanan Air Bersih, 6 Kalurahan di Gunungkidul Digelontor Rp2,4 Miliar
Dia menjelaskan, untuk mengantisipasi sudah menjalankan program penyaluran air bersih. Di tahun ini ada alokasi sekitar Rp230 juta yang dipergunakan droping sebanyak 1.000 tangki.
Hingga sekarang, Sumadi mengakui sudah 110 tangki disalurkan ke masyarakat di Kapanewon Gedangsari, Ngawen, Purwosari, Panggang, Saptosari dan Rongkop. “Untuk kapanewon yang lain belum mengajukan bantuan, tapi seiring masuknya puncak musim kemarau maka permintaan air bersih akan terus bertambah,” katanya.
Selain terus melakukan droping air, BPBD juga sudah menetapkan status siaga darurat kekeringan. Penetapan ini sebagai langkah antisipasi habisnya anggaran droping yang dimiliki BPBD sehingga dapat mengakses anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) milik Pemkab Gunungkidul.
“Sekarang dananya masih mencukupi, tapi kalau habis maka bisa minta tambahan lewat BTT. Penetapan siaga darurat kekeringan berlangsung hingga akhir September 2023,” kata Sumadi.
BACA JUGA: Peneliti UGM Temukan 2 Titik Rawan Kecelakaan di Pantai Sepanjang Gunungkidul
Sebelumnya diberitakan, Memasuki puncak kemarau menjadi berkah bagi pengusaha tangki pengakut air. Pasalnya, dalam sehari bisa menyalurkan ke warga hingga sepuluh tangki.
Salah seorang pengusaha tangki pengangkut air di Kapanewon Girisubo, Kitut Sakiran mengatakan, pesanan air bersih ke masyarakat di sekitaran Girisubo mengalami peningkatan karena telah memasuki puncak musim kemarau. Menurut dia, sudah menjadi kebiasaan warga membeli air dikarenkaan ketiadaan sumber untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kalau sekarang dalam sehari bisa mengirimkan pesanan sepuluh tangki ke warga. Untuk areanya hanya di wilayah Kapanewon Girisubo,” kata Kitut saat dihubungi, Jumat (25/8/2023).
Untuk harga, Kitut mematok di kisaran Rp150.000-200.000 per tangki. Nominal harga juga sangat dipengaruhi dengan letak dan kondisi medan yang akan dikirimkan air bersih.
“Paling mahal di wilayah Kalurahan Songbanyu dengan harga Rp200.000 per tangkinya,” katanya.
BACA JUGA: Berantas Parkir Liar di Kawasan Jalan Sukonandi, Dishub Bakal Terjunkan Petugas Jaga
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
CFD Gunungkidul resmi pindah ke Jalan Agus Salim. Lokasi baru dinilai lebih luas, tertata, nyaman, dan ramai pengunjung.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.