CFD Gunungkidul Pindah ke Jalan Agus Salim, Ini Alasannya
CFD Gunungkidul resmi pindah ke Jalan Agus Salim. Lokasi baru dinilai lebih luas, tertata, nyaman, dan ramai pengunjung.
Buruh melakukan bongkar muat karung berisi beras di Gudang Bulog Divre Jawa Barat di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Senin (30/1/2023). Bisnis Indonesia/Rachman
Harian Jogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan menilai mahalnya harga beras bisa menjadi momentum untuk pengembangan bahan pangan nonberas di masyarakat. Selain untuk memperkuat ketahanan pangan, sekaligus juga sebagai upaya mengurangi ketergantungan beras.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan naiknya harga beras, di satu sisi memberikan keuntungan bagi para petani. Namun demikian, di sisi lain masyarakat secara umum juga terimbas karena harus mengeluarkan ongkos lebih untuk memenuhi kebutuhan pangan ini.
Menurut dia, dengan harga beras yang mahal bisa jadi momentum untuk menggalakkan program diversifikasi pangan. Keanekaragaman pangan di Bumi Handayani sudah dimulai sejak 2015 dengan rintisan berupa lomba cipta menu nonberas.
Kendati demikian, Rismiyadi tidak menampik program diversifikasi ini masih sebatas rutinitas sehingga pengembangan belum massif. Hal itu terlihat angka ketergantungan terhadap beras masih dominan dibandingkan dengan bahan pangan lainnya
“Kita terus berupaya untuk menggalakkan program ketahanan pangan nonberas di masyarakat. Sebab, untuk pangan ada bahan lainnya seperti ketela, singkong atau ubi-ubian, jagung, sorgum dan lainnya,” katanya, Senin (25/9/2023).
Baca Juga: Beras Masih Mahal, Sejumlah Pasar di Bantul Dapat Beras dari Bulog
Rismiyadi menjelaskan diversifikasi pangan mulai digalakkan melalui program pemberdayaan kelompok wanita tani, program pekarangan lestari dan lain sebagainya. Diharapkan melalui berbagai program investasi bisa memperkaya bahan pangan di masyarakat. “Harapannya ketergantungan terhadap beras bisa ditekan,” katanya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
CFD Gunungkidul resmi pindah ke Jalan Agus Salim. Lokasi baru dinilai lebih luas, tertata, nyaman, dan ramai pengunjung.
IHSG ditutup turun 26,16 poin atau 0,43 persen ke 6.121,70 pada Selasa (29/9/2026), mengikuti pelemahan bursa Asia.
Pilur PAW 2026 digelar serentak di 66 kalurahan di tiga kabupaten DIY. Warga diingatkan menjaga ketertiban dan kerukunan.
Disdikpora Jogja meminta sekolah meningkatkan kewaspadaan influenza, pemantauan kesehatan, PHBS, dan deteksi dini untuk mencegah penularan.
Stasiun Lempuyangan ditata menjadi stasiun khusus penumpang. Aktivitas angkutan semen direncanakan pindah ke Stasiun Prambanan.
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.