Cabai Rawit Jadi Primadona Hortikultura Sleman pada Semester I 2026
Cabai rawit mendominasi luas tanam hortikultura di Sleman pada semester I 2026 dengan harga petani mencapai Rp56.059,01 per kilogram.
Ilustrasi Kekeringan - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo telah resmi menetapkan status tanggap darurat kekeringan. Dengan aktifnya status tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dapat mengakses anggaran belanja tak terduga (BTT) untuk kegiatan dropping air bersih.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo, Budi Prastawa, mengatakan bahwa surat permohonan penetapan status tanggap darurat kepada Pj Bupati Kulonprogo telah dilayangkan sejak Senin (11/9/2023).
“Status tanggap darurat terhitungnya sejak 11 September 2023. Kemarin memang kami bilang masih proses administrasi soalnya kami tidak bisa secara gamblang mengatakan sudah ditetapkan, takutnya kalau tidak jadi ada penetapan kan malah repot,” kata Budi dihubungi, Selasa (26/9/2023).
BACA JUGA: Siaga Darurat Kekeringan di Gunungkidul Bakal Diperpanjang hingga 31 Oktober 2023
Saat ini, BPBD sedang mengakses BTT untuk 180 tangki air bersih yang akan didistribusikan ke tujuh kapanewon yaitu Samigaluh, Kalibawang, Girimulyo, Kokap, Panjatan, Temon, dan Pengasih. Ratusan tangki tersebut disediakan untuk dropping sampai Rabu (11/10/2023). Budi mengatakan penetapan batas waktu tersebut digunakan untuk landasan evaluasi distribusi air dan intensitas permohonan.
“Memang kami tidak menetapkan sampai Desember. Biar nanti memudahkan kami untuk melakukan evaluasi,” katanya.
Sebelum penetapan status tanggap darurat, BPBD telah mendistribusikan 83 tangki air bersih ke Samigaluh, Kalibawang, Girimulyo, Kokap, dan Pengasih. Anggaran yang dipakai adalah dana reguler dari OPD.
Menurut Budi, wilayah paling banyak jadi sasaran dropping air berada di Samigaluh, Girimulyo, Kalibawang, dan Kokap. Dalam proses dropping air, BPBD Kulonprogo akan meminta bantuan armada BPBD DIY. Dalam satu hari, BPBD Kulonprogo akan mengupayakan untuk bisa menyasar sembilan titik.
“Selain BTT yang kami akses, ada bantuan lain juga seperti dari Dinsos DIY dengan 50 tangki air. Distribusinya sudah 70 persen,” ucapnya.
BACA JUGA: BPBD Sleman Sudah Dropping 54 Tangki Air Bersih ke Wilayah Kekeringan
Air yang berada di tangki akan didrop di penampungan komunal masyarakat sasaran. Apabila masyarakat sasaran tidak memiliki tempat penampungan maka BPBD akan memberikan bantuan terpal sebagai tampungan sementara.
“Terpal yang kami berikan bisa menampung lebih dari 5.000 liter air. Lebar terpalnya kan 5 X 7 meter. Airnya bisa digunakan untuk sekitar 20 sampai 25 kepala keluarga [KK],” lanjutnya.
Budi menerangkan BPBD juga memiliki kendala dalam dropping air. Letak penampungan air yang kadang berada di puncak bukit menyebabkan armada tidak dapat naik sampai lokasi penampungan. Selain itu, jalan perbukitan yang sering berbatu menyebabkan ban armada pecah.
“Tiap pagi sebelum dropping kami selalu cek kondisi kendaraan maupun pompa air di armada. Memang medannya ekstrem dan berat. Beberapa peristiwa kami alami juga seperti ban armada pecah soalnya jalan menanjak dan berbatu,” pungkasnya.
Proses dropping air ke bak penampungan komunal biasanya memakan waktu paling cepat 15 menit. Apabila masyarakat tidak memiliki bak tersebut dan hanya mengandalkan jeriken atau ember maka proses dropping akan memakan waktu lebih dari dua jam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cabai rawit mendominasi luas tanam hortikultura di Sleman pada semester I 2026 dengan harga petani mencapai Rp56.059,01 per kilogram.
Produksi ikan nila di Sleman mencapai 15.370 ton pada semester I 2026. Budi daya nila di Kapanewon Minggir dilaporkan masih aman.
residen Prabowo Subianto memimpin akad massal KPR 62.000 rumah subsidi di Batang. Program ini melibatkan penerima rumah subsidi dari berbagai daerah melalui ske
VinFast membuka dealer motor listrik pertama di DIY dan menawarkan pilihan pembelian maupun sewa baterai bagi konsumen.
Panitia Pilur di Gunungkidul diminta memahami tata tertib pemilihan untuk mencegah kisruh menjelang penetapan calon lurah.
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk melalui merek SMARTFREN berhasil mengelola lebih dari 2,19 ton sampah yang dihasilkan selama penyelenggaraan SMARTFREN Run 2026