Pemkab Gunungkidul Siapkan Sterilisasi Monyet Ekor Panjang, Pemberian Pakan Dihentikan
Pemkab Gunungkidul mengkaji sterilisasi monyet ekor panjang untuk menekan populasi dan konflik dengan warga setelah program pemberian pakan dinilai kurang efekt
Proses pemasangan pompa di sumur air dalam milik PDAM Tirta Handayani di Kalurahan Pampang, Paliyan. Foto Senin (25/9/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—PDAM Tirta Handayani mengoperasikan sumur air dalam di Kalurahan Pampang, Kapanewon Paliyan. Instalasi ini diharapkan bisa memperkuat layanan untuk area di Kapanewon Paliyan.
Direktur Utama PDAM Tirta Handayani, Toto Sugiharto mengatakan, kemarau di tahun diprediksi bakal lebih panjang. Berbagai upaya terus dilakukan agar layanan air bersih ke masyarakat bisa tetap terjaga.
Menurut dia, sudah ada upaya menambah kapasitas produksi di sumber sungai bawah tanah Baron dari 87 liter per detik menjadi 118 liter per detik. Hal yang sama juga dilakukan di sumber Bribin dengan optimalisasi produksi hingga 139 liter per detik.
Tak hanya itu, PDAM juga mengoperasikan sumber dari sumur air dalam di Kalurahan Pampang, Paliyan. Instalasi baru ini sebagai upaya memperkuat layanan bagi warga di Kapanewon Paliyan, khususnya di Kalurahan Mulusan dan sekitarnya. “Untuk debit sumur sekitar 4,5 liter per detik. Selain itu, kami juga menambah jaringan perpipaan sejauh 1.700 meter,” kata Toto kepada wartawan, Selasa (26/9/2023).
BACA JUGA: Kekeringan di Gunungkidul Meluas, 118 Ribu Jiwa Kesulitan Air Bersih
Diharapkan dengan adanya optimalisasi sumber air serta instalasi sumber baru dapat menciptakan pemerataan layanan sehingga aliran bisa lebih lancar ke masyarakat. “Tentunya kami terus berusahan memeprkuat pelayanan ke masyarakat, terlebih di tengah-tengah terjadinya kemarau panjang seperti sekarang,” katanya.
Di tahun ini, PDAM berhasil menambah sambungan rumah baru sebanyak 3.000 pelanggan. Total layanannya sudah menjangkau di 103 kalurahan dengan jumlah pelanggan sebanyak 60.374 sambungan rumah. “Persentase layanan kami sudah menyasar 62 persen di seluruh Gunungkidul. Kami terus berupaya menambah jaringan sehingga akses air bersih warga bisa lebih lancar,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, kemarau di tahun ini diprediksi lebih panjang dibandingkan dengan sebelumnya. Untuk antisipasi, sudah ada rencana memperpanjang siaga darurat kekeringan hingga akhir Oktober 2023. “Seharusnya berakhir pada 30 September, tapi karena kemarau masih terjadi maka kami perpanjang,” kata Purwono.
Ia mengakui musim membuat sebagian warga kesulitan mengakses air bersih. Oleh karennaya, di tahun ini mengalokasikan anggaran dropping sebanyak 1.000 tangki.
Meski demikian, Purwono menekankan, pelaksanaan droping merupakan solusi jangka pendek dikarenakan untuk layanan air bersih PDAM diharapkan bisa memperluas area layanan di masyarakat. “Untuk potensi sumber tidak ada masalah, harapannya dengan memperluas jangkauan pelayanan maka warga yang kesulitan air bisa dikurangi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengkaji sterilisasi monyet ekor panjang untuk menekan populasi dan konflik dengan warga setelah program pemberian pakan dinilai kurang efekt
Alfamidi mengoperasikan 49 PLTS Atap, memangkas 2.976 ton emisi karbon, dan menghemat 2,2 juta lembar kertas hingga Juni 2026.
Melalui Incess for Humanity, Dompet Dhuafa dan Syahrini mendorong kolaborasi antara lembaga filantropi dan figur publik untuk memperkuat kepedulian sosial.
Progres penggantian Jembatan Kewek mencapai 73,009% per 25 Oktober 2026. Proyek ini ditargetkan selesai pada 25 Desember 2026.
Vaksincom menemukan 69,6% host PHP di Indonesia menggunakan versi kedaluwarsa. Kenali risiko PHP2Shell dan langkah mencegah peretasan.
Hunter’s Moon 26 Oktober 2026 dapat diamati dengan mata telanjang. Simak jadwal kemunculan Bulan, asal-usul nama, dan kewaspadaan banjir rob.