Pemkot Jogja Siapkan Anggaran Rp8 Miliar untuk Pengembangan Sanitasi
Pemkot Jogja menganggarkan Rp8 miliar untuk sanitasi permukiman, dengan target layanan aman bagi sekitar 600 KK setiap tahun.
Ilustrasi Miras (JIBI)
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak dua warga Kulonprogo meninggal dunia diduga akibat minuman keras (miras) oplosan. Keduanya meninggal dunia di hari yang sama dan mengalami gejala serupa.
Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Triatmi Noviartuti, mengatakan bahwa kejadian berawal ketika empat orang berinisial AA, KP, TAF, CA pergi ke karaoke di Samas, Bantul menggunakan mobil pada Sabtu (30/9/2023) sekitar pukul 21.00 WIB.
Dalam perjalanan, mobil Grandmax tersebut berhenti setelah berada di Bantul. AA turun dan membeli minuman beralkohol satu liter, bir bintang dua kaleng, Green Sand satu kaleng, dan Coca Cola dua botol.
"Berdasarkan keterangan dari CA dan TAF, minuman tersebut dioplos di mobil oleh AA. Selanjutnya minuman yang sudah tercampur tersebut diminum bersama di tempat karaoke Samas yang disewa selama dua jam," kata Noviartuti dihubungi, Rabu (4/10/2023).
BACA JUGA: 5 Warga Bantul Tewas Diduga Usai Tenggak Miras Oplosan
Keempat orang tersebut lantas meninggalkan karaoke dan sampai di rumah pada Minggu (1/10/2023) sekitar pukul 02.00 WIB.
Menurut keterangan CA, 25, ketika mereka sampai di Balai Kalurahan Panjatan, ketiga temannya tidur di mobil yang terparkir di sisi Barat balai, sementara CA langsung pulang ke rumah. AA, KP, dan TAF, 43, baru pulang ke rumah sekitar pukul 10.00 WIB di hari yang sama.
Pada Senin (2/10/2023) AA, 34, dibawa ke RSUD Wates sekitar pukul 23.00 WIB akibat mengeluh pusing, gelisah, tidak dapat melihat, dan akhirnya pingsan. Setelah berada di rumah sakit, AA dinyatakan meninggal dunia pukul 00.00 WIB.
Di hari yang sama AA meninggal, KP, 35, juga dibawa ke RS Rizki Amalia, Lendah. KP mengeluh sakit perut dan fungsi penglihatan menurun. KP kemudian meninggal dunia setelah mendapat saran rujukan ke RSUD Wates. Sisanya yaitu TAF dan CA hanya mengalami sakit kepala.
"Kami menghimbau kepada masyarakat unt tidak meminum minuman oplosan beralkohol yang merugikan bagi kesehatan. Dan sampaikan kepada polsek setempat atau hubungi call center 110 apabila mengetahui informasi peredaran minuman keras beralkohol di sekitar anda," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menganggarkan Rp8 miliar untuk sanitasi permukiman, dengan target layanan aman bagi sekitar 600 KK setiap tahun.
Pieter Huistra mengaku telah menganalisis kekuatan dan kelemahan Borneo FC jelang laga PSS Sleman pada pekan ketujuh Super League.
BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat di utara DIY hingga 29 Oktober 2026. BPBD menyiapkan pemetaan wilayah rawan bencana.
Dinkop UKM DIY menggandeng tour leader untuk meningkatkan kunjungan Teras Malioboro Ketandan melalui insentif, event, dan wisata budaya Pecinan.
Eko Suwanto mendorong integrasi APBD se-DIY untuk menekan kemiskinan, mengatasi pengangguran, dan memperluas lapangan kerja.
Polres Kulonprogo menggelar Operasi Patuh Progo 2026 pada 26 Oktober–8 November untuk menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.