PMI Gunungkidul Siapkan Donor Darah Mobile Jaga Ketersediaan Stok
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Jalan Raya - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tersambungnya Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Gunungkidul mulai dari Kapanewon Rongkop hingga Purwosari memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas warga. Salah satunya dirasakan oleh Panewu Girisubo, Slamet Winarno.
Menurut dia, JJLS sangat memudahkan aktivitas warga. Selain jalurnya lebar, jalannya juga bagus dan pembangunannya hampir selesai karena sudah diaspal semua sehingga tidak ada lagi penutupan.
“Sangat membantu sekali,” kata Slamet kepada wartawan, Rabu (29/11/2023).
Baca Juga: Terbaru! Seluruh JJLS di Gunungkidul Telah Tersambung, Tak Ada Lagi Penutupan
Ia mencontohkan, sebelum ruas JJLS mulai dari Tepus hingga Girisubo jadi, untuk menuju ke Balai Kalurahan Balong membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Namun demikian, setelah jalan jadi akses bisa lebih cepat karena hanya menempuh waktu sekitar sepuluh menit.
“Kalau dulu jalannya berkelok-kelok dan relatif sempit. Sekarang dengan adanya JJLS jalannya lebih luruh dan juga lebar sehingga aksesnya lebih enak,” ungkapnya.
Baca Juga: Pembangunan JJLS Gunungkidul Capai 73%, Akhir Tahun Ditarget Rampung
Slamet berharap dengan adanya jalan baru bisa menjadi pengungkit perekonomian warga. Sebagai wilayah di ujung timur di Gunungkidul, Girisubo memiliki banyak destinasi wisata yang bisa dikembangkan agar dapat menarik kunjungan.
“Mudah-mudahan bisa berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi bagi Masyarakat sekitar,” katanya.
Baca Juga: Sudah Diaspal, Kini JJLS Pansela Gunungkidul Sudah Tersambung
Akses yang lebih cepat juga diakui oleh Sumargiyono, salah seorang warga asal Kalurahan Balong, Girisubo. Sebagai seorang pekerja ia harus menjalani rutinitas harian pulang pergi Balong-Wonosari.
Menurut dia, dengan terbangunnya JJLS bisa sangat membantu karena waktu yang ditempuh dalam perjalanan ke Wonosari bisa lebih cepat. “Kalau dulu waktunya bisa sampai satu jam untuk sampai Wonosari, tapi sekarang hanya butuh sekitar 40 menit,” katanya.
Terpisah, Asisten Pelaksana Satker PJN, Wahyu Widyantoro belum bisa dikonfirmasi berkaitan dengan perkembangan ruas Tepus-Jerukwudel karena saat dihubungi belum memberikan tanggapan. Meski demikian, di kesempatan sebelumnya ia mengatakan, perkembangan pembangunan JJLS segmen Tepus-Jerukwudel sepanjang 10,9 kilometer berjalan dengan baik. Ia optimistis pengerjaan bisa selesai tepat waktu di akhir tahun.
“Terus kami awasi agar pengerjaan sesuai dengan perencanaan yang disusun. Kami yakin bisa selesai tepat waktu dan dengan selesainya pengerajaan di ruas Tepus-Jerukwudel, maka JJLS di Gunungkidul sudah benar-benar tersambung,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggandeng BRI BO Wates mengedukasi warga Giripeni, Kulonprogo, agar memanfaatkan KUR dan KPP serta menghindari pinjol ilegal.