Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat melihat layanan jemput bola administrasi kependudukan di Kalurahan Margomulyo, Seyegan, Selasa (16/1/2024). – Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman terus melakukan sosialisasi administrasi kependudukan ke kalurahan-kalurahan. Diharapkan dengan program ini dapat meningkatkan kesadaran Masyarakat untuk mengurus administrasi kependudukan mulai dari akta kelahiran sampai kematian.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sleman, Susmiarto mengatakan, sosialisasi informasi rekam data dan pelayanan administrasi kependudukan (Sisir Adminduk) merupakan program rutin yang dijalankan setiap tahun. Tahun ini ada 17 kalurahan di 17 kapanewon yang dilaksanakan sosialisasi serta layanan jemput bola kepengurusan adminduk.
“Yang pertama kami laksanakan di Kalurahan Margomulyo, Seyegan. Selanjutnya bergantian di 16 kapanewon lainnya,” kata Susmiarto, Selasa (16/1/2024).
Menurut dia, Sisir Adminduk tidak hanya dilakukan sosialisasi tentang pentingnya tertib administrasi kependudukan. Namun demikian, juga ada membuka layanan jemput bola di Masyarakat mulai dari perekaman KTP-el, akta kelahiran, akta kematian, kartu keluarga dan lainnya.
“Total ada Sembilan layanan adminduk yang dilayani saat program Sisir Adminduk dijalankan. Setiap Rabu dan Selasa ada tambahan untuk layanan BPJS Kesehatan,” katanya.
Diharapkan dengan sosialisasi ini, maka kesadaran Masyarakat untuk tertib administrasi kependudukan bisa ditingkatkan. Menurut dia, untuk capaian layanan berbeda-beda di setiap pelayanan yang dimiliki.
Sebagai contoh untuk perekaman KTP-el 99,4%, akta kelahiran di Sleman 61%. Kartu Identitas Anak mencapai 80%. “Persentase ini yang coba kami tingkatkan,” katanya.
BACA JUGA: Rumah Sakit Jogja Punya Empat Layanan Baru, Ini Daftarnya
Selain terus menggelar sosialisasi, juga dilakukan berbagai program untuk mempermudah dalan pengurusan layanan administrasi kependudukan. Pasalnya, pelaksanaan tidak hanya dilakukan secara onfline, tapi juga bisa secara online.
“Kami juga sudah bekerja sama kapanewon maupun kalurahan untuk mengurus administrasi kependudukan. Jadi, tidak harus datang ke Kantor Disdukcapil,” katanya.
Bupati Sleman, Kustnini Sri Purnomo menyambut baik sosialisasi administrasi kependudukan yang dilaksanakan Disdukcapil Sleman. Menurut dia, kualitas layanan ke Masyarakat harus ditingkatkan dan ini terbukti dengan adanya program jemput bola untuk layanan kependudukan.
Ia berharap dengan program Sisir Adminduk, maka Tingkat kepemilikan data kepenedudukan mulai dari KTP, akta kelahiran maupun kematian, KIA, Kartu Keluarga bisa terus ditingkatkan. “Database kependudukan ini sangat penting dan harapannya warga bisa semakin tertib dan menyadari pentingnya administrasi kependudukan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Sapi kurban Presiden Prabowo asal Gunungkidul habiskan biaya pakan Rp80.000 per hari. Sapi simmental itu berbobot lebih dari 1 ton.
Prabowo menghadiri panen raya jagung nasional, groundbreaking gudang pangan Polri, dan peluncuran 166 SPPG pendukung MBG di Tuban.
BMKG memperingatkan potensi hujan ringan hingga sedang disertai angin kencang di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada Minggu.
Prabowo menyebut Program MBG dapat memutar uang hingga Rp10,8 miliar per desa setiap tahun untuk menggerakkan ekonomi rakyat.
Disdik Sleman hanya mengakui enam lomba nasional untuk Jalur Prestasi Khusus SPMB 2026 jenjang SMP.