Pemkab Kulonprogo Larang Mobil Dinas Guna Kepentingan Pribadi saat Libur Lebaran
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak 17 kasus demam berdarah dengue (DBD) sudah terjadi di Bumi Binangun dari awal 2024 hingga pekan pertama Februari ini. Kasus DBD paling banyak terjadi di Kapanewon Temon.
Menurut data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo, daerah dengan kasus tertinggi ada di Kapanewon Temon dengan enam kasus DBD, wilayah kedua terbanyak yang terjangkit DBD adalah Nanggulan dengan lima kasus, sedangkan kapanewon lain kasusnya masih kecil.
"Hanya satu atau dua kasus untuk kapanewon lain, masih terkendali dengan baik," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan. Arief Musthofa pada Selasa (6/2/2024).
Kondisi DBD di Bumi Binangun awal 2024 ini, menurut Arief, masih stabil jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. "Tidak ada kenaikan signifikan, tapi tetap kehati-hatian perlu ditingkatkan apalagi musim hujan seperti ini," terangnya.
Kasus DBD yang ada, lanjut Arief, masih dapat terlayani dengan baik di rumah sakit dan puskesmas yang ada. "Semuanya sudah tertangani dengan baik, tidak ada yang sampai mengakibatkan kematian," ungkapnya.
Baca Juga
DBD di Sleman Capai 128 Kasus, 1 Meninggal Dunia hingga Oktober 2023
Hanya ada 36 Kasus DBD di Jogja, Wolbachia Jadi Andalan
Kasus DBD di Kota Jogja Menurun Drastis, Hanya 48 Kasus, Kok Bisa?
Penanganan lain untuk mengantisipasi DBD, sambung Arief, juga sudah dilakukan dengan pengasapan atau fogging. "Fogging sudah dilakukan di Temon minggu lalu, masyarakat dan perangkat kewilayahan cepat tanggap merespon ini, dengan langkah preventif pencegahan," tuturnya.
Selain fogging, penanganan antisipasi juga tengah digiatkan Dinkes Kulonprogo. "Penggencaran edukasi penanganan antisipasi DBD sudah dilakukan lewat beragam kanal dari puskesmas, posyandu, hingga PKK di tingkat wilayah," jelas Kepala Dinkes Kulonprogo Sri Budi Utami.
Sri Budi menyebut peningkatan pola hidup sehat penting untuk digencarkan untuk memaksimalkan lingkungan yang bersih. "Lewat pola hidup bersih sehat ini berbagai penyakit terutama di musim penghujan dapat diantisipasi, terutama DBD yang disebabkan nyamuk dimana pencegahannya mengurangi tempat yang bisa dijadikan untuk nyamuk berkembang biak," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.