Blue Food Jadi Kunci Ketahanan Pangan Indonesia pada 2050
UGM mendorong penguatan blue food sebagai solusi ketahanan pangan nasional di tengah proyeksi kenaikan kebutuhan protein hingga 67% pada 2050.
Suasana demontrasi Jaringan Gugat Demokrasi di Simpang Tiga Gejayan, Caturtunggal, Depok, Sleman pada Senin (12/2/2024)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Ratusan personel kepolisian diterjunkan untuk mengamankan unjuk rasa Jaringan Gugat Demokrasi yang berpusat di Simpang Tiga Gejayan. Pengalihan arus lalu lintas juga sempat dilakukan selama aksi berlangsung.
Kapolresta Sleman, Kombes Pol. Yuswanto Ardi mengungkapkan sejumlah personel telah ditempatkan di sepanjang jalur longmarch para demonstran. Titik-titik tersebut merupakan lokasi yang diprediksikan akan menimbulkan ketidaknyamanan aktivitas warga. Pasalnya ribuan demonstran yang tergabung Jaringan Gugat Demokrasi melakukan longmarch dari Bunderan UGM ke pusat aksi di Simpang Tiga Gejayan.
"Sepanjang jalan mulai dari bunderan UGM sampai dengan di Pertigaan Gejayan ini kita lakukan pengawalan. Terus kemudian di sepanjang titik, ada enam titik yang kita diprediksikan akan terjadi ketidak nyamanan masyarakat kita terjunkan personil untuk melakukan pengaturan," kata Ardi pada Senin (12/2/2024).
Setidaknya ratusan personel diterjunkan untuk pengamanan aksi ini. Ratusan personel itu merupakan gabungan dari personel Polresta Sleman dan Polda DIY.
"Untuk personel saat ini diterjunkan ada 352 personel. Itu terdiri dari personil Polresta Sleman dan polda DIY," tandasnya.
Baca Juga
Amankan Gejayan Memanggil, Polres Sleman Terjunkan 300 Personelnya
Jaringan Aktivis 98 Jogja Tolak Aksi #GejayanMemanggil Jilid II
Aksi Gejayan Memanggil Menolak Omnibus Law Direspons Istana
Saat aksi berlangsung arus lalu lintas menuju Simpang Tiga Gejayan sempat dialihkan. Kendaraan dari arah utara diarahkan menuju selokan Mataram. Sementara kendaraan dari arah Jl. Solo akan diarahkan lurus Jln. Urip Sumoharjo.
"Pada sore hari ini mohon maaf di Pertigaan Gejayan karena memang tidak ada tempat lagi yang bisa dilewati, maka untuk arus lalu lintas yang dari arah utara dari arah ring road itu kita arahkan melalui selokan Mataram. Begitu juga sebaliknya yang dari arah selatan yang dari Jln. Solo kita luruskan kemudian nanti lewat di Sagan," jelasnya.
Dari pantauan Harian Jogja di lokasi aksi, massa mulai membubarkan aksi sekitar pukul 18.00 WIB dengan aman dan tertib. Hal ini sesuai dengan harapan kepolisian dimana aksi penyampaian aspirasi bisa berjalan lancar dan damai.
"Hari ini kami mengamankan aksi penyampaian aspirasi dari mahasiwa di pertigaan Gejayan. Tentunya ini kita persiapkan dengan matang, yang jelas kami mengantisipasi jangan sampai aksi ini berjalan tidak sesuai dengan rencana. Karena memang hasil koordinasi kami, adek-adek akan melaksanakan rencana dengan aman dan damai," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGM mendorong penguatan blue food sebagai solusi ketahanan pangan nasional di tengah proyeksi kenaikan kebutuhan protein hingga 67% pada 2050.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggandeng BRI BO Wates mengedukasi warga Giripeni, Kulonprogo, agar memanfaatkan KUR dan KPP serta menghindari pinjol ilegal.