Festival Jeron Beteng Jogja, Ada Layang-Layang hingga Pawai Ogoh-Ogoh
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Wisatawan memadati kawasan Jalan Malioboro, Jogja, pada masa Libur Nataru, Jumat (29/12/2023). - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, UMBULHARJO—Pemkot Jogja merekapitulasi pergerakan wisatawan selama libur Lebaran beberapa waktu lalu. Pencatatan dilakukan terhadap pergerakan wisatawan selama 10 hari.
Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo menyebut pergerakan wisatawan di Kota Jogja pada libur Lebaran 2024 kali ini mencapai 277.996. Terdiri dari wisatawan Nusantara sebanyak 268.690 dan mancanegara sebanyak 9.306. Menurutnya, angka ini sedikit meningkat jika dibanding tahun lalu.
"Kalau dibanding 2023, total pergerakan wisatawan 240.674. Ini yang kita catat di Dinas Pariwisata," ujar Singgih saat ditemui di Balai Kota Jogja, Jumat (19/4).
Singgih mengatakan angka pergerakan wisatawan bukan satu-satunya target. Justru, dia lebih menitikberatkan pada length of stay atau lama tinggal wisatawan dan spending money atau belanja wisatawan. Ini sejalan dengan fokus Pemkot Jogja untuk membangkan quality tourism.
Meski tak spesifik, tetapi belanja wisatawan pada libur Lebaran kali ini meningkat jika dibanding tahun lalu. Pada 2023, jumlah belanja wisatawan mencapai Rp2.096.000 per wisatawan perkunjungan.
"Pada 2024 berkaitan dengan spending money rata-rata wisatawan Nusantara sebesar Rp 2.183.249 perwisatawan perkunjungan. Untuk wisatawan mancanegara lebih tinggi, yakni Rp 5,1 juta," imbuhnya.
Baca Juga
Taman Pintar Dikunjungi 3 Ribu Lebih Wisatawan Sehari Selama Libur Lebaran
Low Season, Kota Jogja Berusaha Pertahankan Kunjungan Wisatawan saat Ramadan
Pola Baru Kunjungan Wisatawan Selama Libur Lebaran 2024, Pusat Kuliner dan Oleh-oleh Ramai
Sementara, Singgih mencatat adanya penurunan dari sisi lama tinggal wisatawan. Tahun lalu, rata-rata wisatawan menetap selama 2,1 hari. Sedangkan, lebaran kali ini wisatawan hanya menghabiskan 1,8 hari. Menurut Singgih kondisi ini disebabkan oleh mudahnya aksesibilitas, sehingga kondisi ini memungkinkan wisatawan untuk mudah berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
"Di situ ada aksesibilitas kemudahan jalan tol, jalan alternatif. Seperti rilis Dinas Perhubungan, (wisatawan) masuk dan keluar lebih banyak keluar. Tapi dimungkinkan itu jalan masuknya tidak melalui jalur utama, tapi jalur alternatif dengan Google Maps," tuturnya.
Singgih mengatakan secara keseluruhan momen libur Lebaran di Kota Jogja berjalan lancar. Dia memungkiri, perlambatan kendaraan pasti terjadi di Kota Jogja. Namun, baginya kondisi itu masih wajar. Tak banyak keluhan dari wisatawan yang dia terima, baik secara pribadi maupun media sosial. Singgih menyebut, keluhan soal parkir nuthuk hampir nihil. Begitu juga dengan persoalan sampah.
"Ini suatu bukti kesiapan Pemkot Jogja bersama stakeholder cukup matang. Diikuti perilaku pemudik dan wisatawan yang menyesuaikan ritme di Kota Jogja," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress hari ini tersedia dari pagi hingga malam, rute langsung Tugu ke YIA tanpa transit.
Polda NTB meningkatkan kasus dugaan eksploitasi seksual WNA asal Selandia Baru ke tahap penyidikan usai laporan tiga korban lokal.
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.655 per dolar AS. BI siapkan intervensi agresif di pasar valas dan obligasi.
DPR mendesak Kemenlu bergerak cepat menyelamatkan WNI yang ditangkap Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza.
Menkomdigi Meutya Hafid mengecam Israel usai menahan jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.