Kekeringan hingga Oktober, DPRD Gunungkidul Siapkan Rp400 Juta
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Ilustrasi SPBE - siapspbe.id
Harianjogja.com, JOGJA–Pemda DIY berupaya untuk melakukan keterbukaan informasi publik dengan upaya transformasi digital. Hal ini dilakukan dengan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) untuk mendukung capaian penerapan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) dan Reformasi Birokrasi (RB).
Sekda DIY Beny Suharsono mengungkapkan bahwa SPBE merupakan jantung dari program Jogja Smart Province (JSP). Melalui SPBE, Pemda DIY berupaya untuk memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.
Salah satu kunci keberhasilan Pemda DIY dalam menerapkan SPBE adalah semangat untuk terus melakukan perbaikan.
Continuous Improvement menjadi mantra dalam transformasi digital yang dilakukan. Setiap tahun, Pemda DIY melakukan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi SPBE dan melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan.
Beny juga menegaskan bahwa SPBE bukanlah sekadar penerapan teknologi informasi. SPBE adalah sebuah sistem yang melibatkan seluruh komponen pemerintahan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan.
BACA JUGA: Stasiun Tugu Jogja Makin Cantik, Proyek Beaufitikasi Tahap 1 Rampung
"SPBE juga menuntut adanya kolaborasi yang kuat antar-instansi pemerintah," katanya Selasa (22/10/2024).
Dengan penerapan SPBE, masyarakat dapat menikmati berbagai manfaat yakni mengakses berbagai layanan publik secara online, kapan saja dan di mana saja, proses pemerintahan menjadi lebih transparan dan akuntabel, sehingga masyarakat dapat memantau kinerja pemerintah dan penerapan SPBE dapat membantu pemerintah dalam mengoptimalkan penggunaan anggaran.
"Namun salah satu tantangan terbesar adalah bagaimana menjaga momentum transformasi digital di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat. Selain itu, Pemda DIY juga perlu memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat dari SPBE," ujarnya.
Beny pun mengajak seluruh stakeholder untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam membangun pemerintahan berbasis elektronik. "SPBE adalah milik kita bersama. Mari kita wujudkan Jogja Smart Province yang kita idamkan," ujar Beny.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.