Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal, Ada Tambahan Rp270 Juta
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
BPBD Distribusi air bersih kepada warga terdampak kekeringan. - Antara/HO-Dokumen Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Bencana kekeringan di wilayah Sleman masih berlanjut. Hingga kini, BPBD Sleman mencatat sudah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 294.300 liter. Bantuan ini banyak diberikan kepada warga yang berdomisili di wilayah Sleman Barat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Sleman, Bambang Kuntoro mengatakan, meski sudah ada beberapa kali hujan, namun permintaan air bersih dari Masyarakat masih ada.
Hal ini dikarenakan keberadaan hujan belum merata, di sisi lain kebijakan pematian sementara Selokan Mataram dan Van Der Wijck juga ikut berpengaruh terhadap Cadangan air yang dimiliki Masyarakat.
BACA JUGA: BPBD Bantul Salurkan 3,840 Juta Liter Air Bersih
“Kalau dibilang ada pengaruhnya, memang ada dampak dari pematian dua selokan. Buktinya warga di sisi barat yang dilewati aliran ada yang meminta bantuan air bersih dan terdampak banyak di area Sleman barat,” kata Bambang, Jumat (25/10/2024).
Dia menegaskan, terus menyalurkan bantuan air bersih ke Masyarakat selama stok yang dimiliki masih tersedia. Hingga saat ini sudah 294.300 liter air yang disalurkan ke Masyarakat.
Bantuan yang diberikan ada bagi warga di Kapanewon Minggir, Moyudan dan Mlati. Untuk Kapanewon Minggir bantuan disalurkan kepada warga di Padukuhan Jonggrangan dan Ngepringan di Kalurahan Sedangrejo; selanjut di Kalurahan Sendangagung meliputi Padukuhan Minggir, Kergan, Kliran, Tengahan, Dukuhan VII, Dukuhan VIII, Nanggulan,Babadan, Jomboran, Tengahan, Pojok, Brajan, Ngoro-oro, Bekelan.
Adapun di Kalurahan Sendangsari meliputi Plembon. Sedangkan di Kapanewon Moyudan bantuan diberikan kepada warga di Padukuhan Ngijon 1. “Sasaran tidak hanya ke warga, tapia da juga ke sekolah. Seperti di Kalurahan Tlogoadi, Mlati bantuan diberikan ke SD Plaosan 1 dan di Kapanewon Moyudan, tepatnya di Kalurahan Sumberrahayu diberikan ke SD Muhammadiyah dan TK ABA Gamplong,” ungkapnya.
Hal senada diungkapkan oleh Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan. Menurut dia, hingga sekarang sudah banyak bantuan air bersih yang disalurkan Masyarakat.
“Stok masih ada,” katanya.
Makwan mengatakan, untuk mengatasi masalah kekeringan di tahun ini, BPBD Sleman mendapatkan alokasi bantuan air bersih sebanyak 163 tangki dengan kapasitas 5.000 liter. Hal ini berarti ada sekitar 815.000 liter air yang siap disalurkan.
Diharapkan adanya stok bantuan ini bisa dimanfaatkan pada saat ada permintaan air bersih di Masyarakat. “Selama stok masih dan ada permintaan, pasti akan menyalurkan bantuan air ke masyarakat,” ungkap Makwan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Nanang Hendarno resmi menjadi Dirut Telkom menggantikan Dian Siswarini. Simak profil dan susunan terbaru Direksi serta Komisaris Telkom.
Jadwal KRL Jogja-Solo 1 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan dari Jogja ke Palur. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Antrean Ketapang-Gilimanuk mencapai 17 km. ASDP mengoperasikan 26 kapal, tetapi kapasitas dermaga masih menjadi kendala.
Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menyebut 138 orang jadi tersangka karhutla dan 68 perusahaan telah disegel.
Cangkringan mengevaluasi empat standar layanan publik dan mendorong inovasi serta masukan warga untuk memperbaiki pelayanan.