Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Kondisi Alun-Alun Wonosari di depan Kantor Pemkab Gunungkidul, Senin (6/11/2023).(Harian Jogja/David Kurniawan)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul berencana membangun Tugu Adipura di kawasan Alun-Alun Wonosari di tahun ini. Pagu anggaran yang disediakan sebesar Rp734,3 juta.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, sudah menyiapkan wacana pembangunan Tugu Adipura. Bangunan monumental ini didirikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Kota Wonosari meraih Piala Adipura kategori Kota Kecil di 2024 lalu.
“Piala Adipura diraih karena keberhasilan warga menjaga kebersihan dan keindahan Kota Wonosari,” kata Hary kepada wartawan, Selasa (11/3/2025).
Dia menjelaskan, pembangunan Tugu Adipura masih dalam tahap persiapan untuk pembuatan desain. Nantinya, setelah desain jadi, maka akan memasuki tahap Lelang guna mencari rekanan yang mengerjakan tugu tersebut.
“Masih gambaran awal, tapi rencananya tugu dibangun dengan tinggi sekitar delapan meter,” ungkapnya.
Mantan Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul ini menambahkan, rencananya tugu dibangun di kawasan Alun-Alun Wonosari. Total anggaran yang disediakan dalam APBD 2025 sebesar Rp734,3 juta.
BACA JUGA: Efisiensi Anggaran, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Tunda Pengadaan Seragam Baru ASN
“Akan dibangun di sisi barat laut alun-alun. Pagu anggaran ini tidak hanya untuk membangun tugu tapi juga ada kawasan pendukungnya. Kami juga sudah melakukan peninjauan dengan Ibu Bupati untuk lokasi pembangunan tugu,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mendukung rencana pembangunan Tugu Adipura di kawasan Alun-Alun Wonosari. Adapun pelaksanaannya akan ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup.
“Tugu Adipura akan dibangun di tahun ini,” katanya.
Menurut dia, Hal yang mendesak dikerjakan adalah kondisi lapangan yang banyak dikeluhkan sehingga harus ditangani secepatnya agar bisa digunakan untuk Salat Id di perayaan Idulfitri 2025.
“Sudah kami instruksikan agar segera ditindaklanjuti sehingga Nyaman saat pelaksanaan Salat Id,” kata Mbah Endah, sapaan akrabnya.
Menurut dia, di kawasan Alun-Alun Wonosari tidak hanya dibangun Tugu Adipura. Pasalnya, juga ada rencana penataan dengan alokasi anggaran Rp1 miliar.
Berdasarkan paparan dari tim Dinas Lingkungan Hidup, penataan menyasar ke sejumlah pengerjaan mulai dari saluran drainase agar tidak terjadi genangan di musim hujan. Selain itu, juga ada pemasangan rumput baru hingga perapian untuk pohon ringin di alun-alun. “Ada juga pembenahan untuk tiang bendera biar lebih standar. Harapannnya bisa segera dikerjakan sehingga dapat digunakan untuk upacara 17an,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest
Korban tewas gempa magnitudo 7,4 di Kolombia bertambah menjadi 265 orang. Sebanyak 3.494 warga terluka dan 496 lainnya masih dinyatakan hilang.