Aturan Batas Belanja Pegawai Ditunda, Pemkab Kulonprogo Siapkan Penataan APBD
Batas belanja pegawai 30 persen ditunda. Kulonprogo masih mencatat belanja pegawai sekitar 36 persen dari total APBD.
Logo Koperasi Indonesia. - ist
Harianjogja.com, KULONPROGO–Pemkab Kulonprogo menargetkan pada Pertengahan Juni Koperasi desa (Kopdes) Merah Putih di wilayahnya sudah berdiri. Meskipun saat ini, belum ada satu pun Kopdes Merah Putih di Kulonprogo yang berdiri.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kulonprogo, Iffah Mufidati menjelaskan, pekan ini baru dilakukan sosialisasi baru pada pekan depan sampai akhir Mei persiapan musyawarah kalurahan atau muskal. Setelah Muskal akan dilanjutkan dengan proses badan hukum Kopdes Merah Putih.
BACA JUGA: Pemkab Kulonprogo Bakal Gelontor Rp3 Juta per Kopdes Merah Putih
Menurutnya, ditargetkan awal sampai pertengahan Juni sudah selesai sehingga terbentuk Kopdes Merah Putih. “Insha Allah terbentuk semua di kalurahan Kulonprogo,” katanya, Jumat (16/5/2025).
Dia mengaku, selama ini tidak ada kendala atau permasalahan berarti terkait pembentukan Kopdes Merah Putih. Dalam prosesnya bekerja sama dengan para notaris di Kulonprogo untuk memudahkan pembentukan badan hukumnya. Itu agar memudahkan, hubungan antara notaris dengan para lurah di Kulonprogo dalam menyiapkan berkas syarat pembuatan badan hukumnya.
“Hubungan baik dengan notaris sehingga dalam sosialisasi di kapanewon diajak,” sambungnya. Lanjut Iffah, membeberkan, seluruh Kopdes Merah Putih di Kulonprogo membuat baru. Bukan dari koperasi yang sudah ada lantas direvitalisasi.
Menurutnya, itu sudah menjadi komitmen para lurah lantaran dari pengecekan koperasi yang ada tidak bisa memenuhi jadi Kopdes Merah Putih. “Koperasi-koperasi yang ada itu anggotanya lintas kalurahan,” tuturnya. Sedangkan sesuai aturannya Kopdes Merah Putih anggotanya harus warga kalurahan setempat karena berkaitan dengan pendanaan dari APBKal.
Pendirian Kopdes Merah Putih bersumber dari APBD Kulonprogo. Berdasarkan Juklak dari pusat yang mandatori dari Kopdes Merah Putih terdiri dari lima gerai. Di antaranya gerai sembako, pergudangan, apotek obat murah, simpan pinjam, dan kearifan lokal lain desa setempat. Iffah mengungkapkan, dalam pengembangannya untuk kearifan lokal desa setempat disesuaikan dengan kecenderungan ekonominya.
“Pokdarwis dan desa wisata bisa menjadi potensi kearifan lokal yang bisa bekerja sama atau menjadi bagian Kopdes Merah Putih,” tuturnya. Permodalan Kopdes Merah Putih mendapat dari Himbara sehingga bisa membantu pengembangan desa wisata.
Lurah Sidorejo, Lendah Sutrisna menambahkan, Kopdes Merah Putih di wilayahnya juga sedang dalam proses. Di wilayahnya membuat baru yang sekarang prosesnya sedang dalam mencari anggota. “Sebelum 8 Juni bisa berdiri,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Batas belanja pegawai 30 persen ditunda. Kulonprogo masih mencatat belanja pegawai sekitar 36 persen dari total APBD.
Jorge Jesus masih membuka peluang Cristiano Ronaldo kembali ke timnas Portugal setelah meninggalkan pemusatan latihan.
Harga emas Pegadaian hari ini 5 Oktober 2026 untuk Antam, UBS dan Galeri 24 lengkap dengan harga jual dan buyback.
Prakiraan cuaca BMKG Senin didominasi hujan ringan dan berawan, dengan potensi gelombang 4 meter serta banjir rob.
HUT TNI ke-81, Prabowo memimpin upacara dan meresmikan 6 Kodam, 30 Brigif TP, 150 Yonif TP serta sejumlah satuan baru.
BPJS Kesehatan tidak menanggung 21 kategori layanan dan kondisi pada 2026. Simak daftar lengkap serta pengecualiannya.