Kulonprogo Bersiap Hadapi Banjir, Sungai dan Drainase Disorot
DPRD Kulonprogo mendorong normalisasi sungai, pembersihan drainase, dan kolaborasi lintas instansi untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan.
David warga Brosot beralih profesi menjadi pedagang kopi keliling di sekitar Jembatan Pandansimo yang hampir rampung pengerjaannya, Jumat (4/7/2025)/ Harian Jogja-Khairul Ma'arif
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dampak kehadiran Jembatan Pandansimo sudah mulai terasa di wilayah Kabupaten Kulonprogo. Saat akhir pekan, jalan di sekitar jembatan digunakan warga olahraga pagi dan aktivitas perdagangan dengan menjajakan makanan dan minuman.
Panewu Galur, Yulianto Nugroho mendorong warganya untuk ikut menikmati dampaknya sebagai pelaku tidak hanya penonton. Khususnya sebagai pemain UMKM ataupun pengembangan desa wisata dan maritim.
"Kami mendorong untuk menghidupkan Pokdarwis Banaran. Harus bisa menangkap potensi ekonomi dampak Jembatan Pandansimo seperti kemarin ada warga yang ingin menjadi pedagang kuliner, kami dorong," ucapnya saat dihubungi, Jumat (4/7/2025).
Sementara, warga Brosot, Galur, David Syaputra mengaku dalam sebulan terakhir memilih menekuni profesi baru sebagai pedagang kopi keliling. David memilih menjajakan kopi cepats saji di sekitar Jembatan Pandansimo setelah melihat banyak warga yang berjualan di sekitar lokasi tersebut.
"Biasanya saya berjualan di tepi jalan dua sesi. Pertama habis subuh sampai pukul 10.00 WIB dan sore hari sampai surup," katanya.
Selama sebulan berjualan, David tidak pernah keliling hanya mangkal di dua titik tersebut. Dia mengaku, dampak ekonomi kehadiran Jembatan Pandansimo mulai terasa.
"Buktinya saya sekarang ikut-ikutan berjualan karena memang saya melihat banyak yang dagang makanya coba peruntungan dagang kopi," sambung pria yang sebelumnya menekuni profesi sebagai penambangan pasir Kali Progo.
David mengungkapkan, ketika Minggu pagi banyak masyarakat membeludak berolahraga di sekitar Jembatan Pandansimo.
"Sehari tidak mesti, kadang Rp200 ribu sehari kalau ramai. Itu kotor nanti buat beli bahan bakunya lagi," tuturnya. Menurutnya, sebelum adanya jembatan, mayoritas pedagang di pesisir Galur, Kulonprogo menyebrang ke JLS Bantul untuk berjualan.
Dia berharap, ke depan ada penataan pedagang yang berjualan di sekitar Jembatan Pandansimo. Sebab sekarang ini tidak adanya penataan mengakibatkan pedagang harus berebut tempat dengan warga yang datang hanya untuk olahraga atau berkunjung.
"Ketika Sabtu-Minggu pagi kadang warga yang datang itu gelar tikar sehingga pedagang harus nyari tempat yang sesuai. Makanya kalau ada penataan saya pedagang tidak perlu mikir tempat lagi," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kulonprogo mendorong normalisasi sungai, pembersihan drainase, dan kolaborasi lintas instansi untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan.
Tanggal 30 Oktober memperingati lima hari penting, mulai Hari Oeang Republik Indonesia, HUT Humas Polri, hingga National Text Your Ex Day.
SIM Keliling Jogja Jumat 30 Oktober 2026 melayani malam hari di Alun-Alun Kidul. Simak jadwal, lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Cek jadwal perpanjangan SIM Kulonprogo 30 Oktober 2026 di MPP, lengkap dengan jadwal Satpas 1450, SIMENOR, SIM Keliling, dan syaratnya.
Jadwal SIM Gunungkidul 30 Oktober 2026, cek lokasi SIM Station Dhaksinarga, jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Prakiraan cuaca DIY Jumat, 30 Oktober 2026, menunjukkan potensi hujan ringan di empat wilayah dan hujan petir di Sleman. Cek suhu dan kelembapannya.