10 Bulan, Kasus Diare di Jogja Tembus 15.086, Ngampilan Paling Padat
Kasus diare di Jogja mencapai 15.086 hingga 10 Oktober 2026. Dinkes memperkuat pemantauan, sanitasi, dan edukasi pencegahan.
Ilustrasi ZoSS./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman menyampaikan baru ada 18 satuan pendidikan di Bumi Sembada yang memiliki Zona Selamat Sekolah (ZoSS). Adapun pembuatan ZoSS pada 2025 hanya menyasar tiga sekolah saja.
Tiga sekolah tersebut antara lain SDN Kejambon 1 Ngemplak, SDN Karangnongko 2 Kalasan dan SDN Kalasan Baru.
BACA JUGA: 7 Sekolah di Bantul Dipasangi Marka ZoSS
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dishub Sleman, Fransiskus De Sales Adriarto, mengatakan ZoSS berperan penting untuk mencegah potensi kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Hanya, efektitivas keberadaan ZoSS juga mempertimbangkan aspek lain. Tidak bisa sekadar mengandalkan fungsi ZoSS saja.
Anggaran pembuatan ZoSS berasal dari APBD Sleman, Pokok Pikiran Dewan, dan/ atau Pagu Usulan Partisipatif Masyarakat (PUPM) Kapanewon/ Kalurahan. Adriarto mengeklaim ZoSS dibuat dengan cat khusus sebagaimana digunakan untuk marka jalan, seperti thermoplastic dan coldplastic.
Cat itu pada umumnya dapat bertahan tiga hingga lima tahun dengan mempertimbangkan kondisi aspal. Semakin baik kondisi aspal, ZoSS dapat bertahan lama.
“ZoSS sebagai salah satu upaya dinas perhubungan untuk menekan angka kecelakaan,” kata Adriarto dihubungi, Jumat (22/8/2025).
Adapun pembuatan ZoSS pada 2024 hanya menyasar lima sekolah, antara lain SMPN 1 Moyudan, SMK Muhammadiyah Berbah, SMPN 2 Berbah, SDN Sidorejo Kalasan dan SDN Pangukan.
Program ZoSS juga mendukung program Kabupaten Layak Anak (KLA). Baik ZoSS maupun KLA berfokus pada kesejahteraan, perlindungan, dan perkembangan anak. Hal ini bisa dicapai dengan meningkatkan keamanan dan perlindungan anak, peningkatan akses pendidikan aman, mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas, serta peningkatan kesadaran masyarakat dan orang tua.
“Pembuatan ZoSS tahun depan masih ada. Begitupun dengan tahun-tahun berikutnya juga kami harapkan ada,” katanya.
Kepala Seksi Keselamatan Transportasi Dishub Sleman, Rosalyna Setia Wardhani, mengatakan ada sebanyak 331 pelajar berusia 10–19 tahun di Sleman menjadi korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas) selama semester I 2025.
Mengacu pada data 2024, ada 13 jalan yang menjadi lokasi laka lantas paling sering, yaitu Jalan Glondong – Tegalrejo, Jalan Letkol Subadri, Jalan KRT Pringgodiningrat, Jalan Mudal–Prujakan, Jalan Kadisoka–Tajem, Jalan Gejayan–Manukan, Jalan Ngringin–Krapyak, Jalan Ngangruk–Babadan, Jalan Sorogenen–Sidorejo, Jalan Karang Kalasan–Salakan, Jalan Potrojayan–Kenaran, Jalan Dayu–Krapyak, dan Jalan Kenaran–Losari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus diare di Jogja mencapai 15.086 hingga 10 Oktober 2026. Dinkes memperkuat pemantauan, sanitasi, dan edukasi pencegahan.
Investasi Sleman mencapai Rp3,53 triliun pada Januari-September 2026. Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menyumbang Rp1,58 triliun.
Kapolri Suyudi Ario Seto mengapresiasi kebijakan Bobby Nasution yang melarang ASN di Sumut menggunakan vape untuk mencegah penyalahgunaan narkotika.
DPRD DIY menyiapkan anggaran DED renovasi Stadion Mandala Krida dalam pembahasan APBD 2027. Nilainya menunggu perhitungan teknis.
Kapolri mengungkap kronologi penindakan 1,16 ton ketamin dari kapal MT Global 168 di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.
Presiden Prabowo Subianto berjanji meningkatkan aliran dana ke kabupaten dan provinsi pada 2027 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.