SLB Tunas Bhakti Bantul Direvitalisasi, DPRD Dorong Pendidikan Inklusi
SLB Tunas Bhakti di Pleret, Bantul, direvitalisasi Kemendikdasmen. DPRD Bantul mendorong pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.
Wisatawan sedang bermain air di pantai Parangtritis Bantul./ Harian Jogja - Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul menata kawasan wisata jelang Nataru, dengan fokus utama pada penataan Pantai Parangtritis agar lebih aman dan nyaman bagi wisatawan.
Sub Koordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dinpar Bantul, Markus Purnomo Adi, menjelaskan bahwa implementasi Surat Edaran (SE) Menparekraf telah berjalan sejak beberapa pekan terakhir. Salah satu bentuk penerapannya adalah penataan kawasan pantai, khususnya Parangtritis, dengan melibatkan berbagai instansi terkait.
“Kemarin, beberapa atau dua minggu yang lalu, itu teman-teman dari destinasi dibantu tim bareng dengan Pol PP, dengan Polres, dengan Dishub segala, itu kan menata atau merapikan kondisi Parangtritis,” jelas Markus, Kamis (11/12/2025).
Ia menyebutkan bahwa salah satu fokus penataan utama adalah pengaturan area payung sewa agar tidak terlalu rapat dan mengganggu kenyamanan pengunjung.
“Terus komunikasi juga dengan pelaku yang ada di kawasan, terutama kawasan pantai, untuk artinya memberi suasana yang lebih nyaman misalnya dengan payung. Payung itu kan semula berdempet terus kemudian ada jarak, jadi setiap enam payung kemudian ada jarak untuk lalu lintas, kemudian ada jajaran lagi kayak gitu,” paparnya.
Selain penataan fisik kawasan pantai, Dinpar Bantul juga berdiskusi dengan pengelola desa wisata melalui pertemuan e-Kraft. Agenda tersebut membahas persiapan teknis menghadapi libur Nataru serta memperkuat koordinasi antar pengelola destinasi.
“Kemarin itu ada pertemuan dengan pengelola desa-desa wisata sharing untuk persiapan libur Nataru seperti itu,” ujar Markus.
Markus menambahkan, pada periode kunjungan tinggi, Dinpar juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk meningkatkan frekuensi pengambilan sampah di destinasi.
“Untuk libur panjang itu kita minta ke DLH untuk menambah frekuensi pengambilan sampah. Nanti kalau ada yang kurang bisa hubungi lagi,” ujarnya.
Dengan berbagai persiapan tersebut, Dinpar Bantul berharap seluruh destinasi wisata di Kabupaten Bantul dapat menyambut wisatawan dengan aman, tertata, dan nyaman selama masa Nataru 2025/2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SLB Tunas Bhakti di Pleret, Bantul, direvitalisasi Kemendikdasmen. DPRD Bantul mendorong pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.
Imigrasi Parepare mendeportasi WN Malaysia yang overstay 101 hari melalui jalur laut dari Parepare-Nunukan menuju Tawau.
RAPBN 2027 menargetkan pendapatan Rp3.426 triliun dan belanja Rp4.097,2 triliun, dengan defisit dipersempit menjadi 2,4% terhadap PDB.
Gempa M7,7 mengguncang Flores dan terasa kuat di Sikka. Bupati Sikka meminta warga tenang serta waspada terhadap potensi tsunami.
Harga buyback emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian turun pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Cek harga berdasarkan berat emas.
Perempuan muda dan lansia di DIY serta Klaten mengolah kain perca menjadi tenun dan kerajinan bernilai ekonomi di Rumah Kreatif Tukik.