Normalisasi Jalan Selokan Mataram Sleman Dilanjutkan, 11 Lahan Dibebaskan
Normalisasi Jalan Selokan Mataram Sleman dilanjutkan. Sebanyak 11 bidang lahan akan dibebaskan pada 2027 untuk pelebaran jalan.
Proses pengolahan sampah di TPST Tamanmartani di Kalurahan Tamanmartani, Kalasan. – Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman tak lagi membuang sampah residu ke TPA Piyungan. Sebagai solusi, DLH memaksimalkan kapasitas TPST dan meningkatkan efektivitas TPS3R di berbagai wilayah.
Plt. Kepala DLH Sleman, Sugeng Riyanta, menjelaskan bahwa strategi utama saat ini adalah memaksimalkan kinerja tiga lini infrastruktur, yakni Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST), Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R), dan transfer depo.
Pemkab Sleman mengandalkan tiga TPST besar untuk menangani volume sampah residu. Kapasitas pengolahan di lokasi-lokasi tersebut akan ditingkatkan hingga mencapai batas maksimal:
- TPST Tamanmartani (Kalasan): Kapasitas maksimal hingga 90 ton per hari.
- TPST Donokerto (Turi): Kapasitas maksimal hingga 60 ton per hari.
- TPST Sendangsari (Minggir): Kapasitas maksimal hingga 60 ton per hari.
Meskipun memiliki potensi besar, Sugeng mengakui saat ini rata-rata pengolahan masih berkisar antara 15 hingga 20 ton per hari. "Satu TPST idealnya memiliki tiga modul yang masing-masing mampu mengelola 45 ton per hari. Namun, peningkatan ini tidak bisa dilakukan seketika karena kami masih memerlukan waktu untuk monitoring dan evaluasi," ujar Sugeng, Jumat (2/1/2026).
Selain TPST, Sleman memiliki 44 titik TPS3R. Namun, operasional infrastruktur ini menghadapi kendala serius. Per 28 September 2025, tercatat 12 titik TPS3R berhenti beroperasi akibat ketiadaan sumber daya manusia (SDM) yang bertugas sebagai operator.
Kondisi ini menjadi perhatian serius DLH agar sisa TPS3R yang masih aktif dapat bekerja lebih efisien guna mengurangi beban sampah yang masuk ke TPST maupun transfer depo.
Sugeng menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah secara mandiri di Sleman tidak hanya bergantung pada teknologi dan infrastruktur, tetapi juga peran aktif masyarakat.
"Kami tetap mengajak masyarakat untuk melakukan pilah dan olah sampah langsung dari sumbernya, terutama skala rumah tangga. Ini sangat krusial untuk menekan volume residu," tambahnya.
Dengan tertutupnya akses ke TPA Piyungan, kemandirian pengelolaan sampah menjadi harga mati bagi Kabupaten Sleman agar tidak terjadi penumpukan sampah di ruang publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Normalisasi Jalan Selokan Mataram Sleman dilanjutkan. Sebanyak 11 bidang lahan akan dibebaskan pada 2027 untuk pelebaran jalan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.
Hashim mundur dari WIFI. Pengamat menilai Internet Rakyat dan pemanfaatan spektrum 1,4 GHz tetap berjalan sesuai komitmen perusahaan.
DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan UMKM secara merata hingga tingkat kampung melalui promosi, pemasaran, dan dukungan berkelanjutan.