Perlinsos Jadi Basis Bansos 2027, Penerima Bantuan di Kulonprogo Wajib Daftar
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Budi daya ikan air tawar. - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Tingkat konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Kulonprogo masih menjadi yang terendah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meskipun ketersediaan ikan di wilayah tersebut tergolong melimpah dan mencukupi kebutuhan.
Data Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Kulonprogo mencatat konsumsi ikan masyarakat pada 2025 baru mencapai 31,94 kilogram per kapita per tahun. Angka tersebut berada di bawah rata-rata konsumsi ikan DIY yang telah mencapai 35 hingga 36 kilogram per kapita per tahun.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dislautkan Kulonprogo, Wakhid Purwosubiyantara, membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan produksi perikanan di Kulonprogo mencapai sekitar 18.000 ton per tahun.
“Terdiri dari 16 ribu ton pertahun perikanan budidaya dan sekitar dua ribu ton perikanan tangkap. Dari hasil produksi sebanyak itu serapan pasarnya banyak yang ke luar Kulonprogo,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (20/1/2026).
Menurut Wakhid, serapan pasar ikan di Kulonprogo sendiri masih terbatas, hanya berkisar tiga hingga empat ton per hari, baik dari perikanan budidaya maupun perikanan laut.
Ia menambahkan, untuk kebutuhan ikan laut, Kulonprogo masih sangat bergantung pada pasokan dari daerah Pantai Utara Jawa (Pantura). Hal ini disebabkan produksi ikan laut lokal yang kerap terkendala faktor cuaca dan musim.
“Sehingga belum bisa selalu dapat memenuhi kebutuhan pasar Kulonprogo terkait ikan laut sehingga masih perlu pasokan ikan laut dari luar,” lanjutnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kulonprogo mulai mendorong peningkatan konsumsi ikan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam program tersebut, ikan diwajibkan menjadi salah satu lauk, baik dalam bentuk ikan segar maupun produk olahan.
Upaya ini diharapkan dapat berdampak langsung terhadap peningkatan konsumsi ikan masyarakat Kulonprogo. Selain itu, pemerintah daerah juga menerapkan kebijakan internal di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD).
“Selain itu juga setiap Selasa dan Jumat dalam acara resmi maupun tidak OPD diminta menggunakan menu ikan yang sudah ada surat edaran Bupati untuk mengatur itu,” ucap Wakhid.
Menurutnya, rendahnya konsumsi ikan di Kulonprogo bukan disebabkan oleh keterbatasan pasokan, melainkan lebih pada faktor kebiasaan atau budaya masyarakat.
Wakhid menilai budaya makan ikan belum berakar kuat di tengah masyarakat Kulonprogo, sehingga diperlukan edukasi berkelanjutan terkait pentingnya konsumsi ikan bagi kesehatan dan pemenuhan gizi.
“Konsumsi ikan di Kulonprogo rendah bukan karena faktor ketersediaan tetapi faktor budaya makan ikan yang belum berakar,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.
Hashim mundur dari WIFI. Pengamat menilai Internet Rakyat dan pemanfaatan spektrum 1,4 GHz tetap berjalan sesuai komitmen perusahaan.