Pengadaan Tanah Kas Desa Pengganti di Palihan Diawali dengan Audit
Pemkab Kulonprogo menargetkan pengadaan tanah kas pengganti Kalurahan Palihan rampung Oktober 2026 setelah tim dibentuk dan audit selesai.
Wujud penemuan kotak isi kain putih yang gegerkan warga Kalurahan Kanoman, Rabu (21/1/2026). - ist
Harianjogja.com, KULONPROGO—Ketenangan warga Kalurahan Kanoman, Kapanewon Panjatan, terusik seusai muncul kabar penemuan kotak mencurigakan di pinggir jalan persawahan, yang sempat disangka berisi bayi sebelum Polres Kulonprogo memastikan isinya hanya kain putih berbalut tanah.
Kotak tersebut pertama kali ditemukan warga sekitar yang langsung dibuat panik karena bentuk isinya menyerupai pocong. Kabar itu cepat menyebar dan mengundang kerumunan, hingga petugas kepolisian datang ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
Kepala Seksi Humas Polres Kulonprogo Iptu Sarjoko membenarkan, secara kasat mata isi kotak memang tampak seperti pocong karena kain putih diikat di bagian atas dan bawah.
“Mirip itu (pocong), jadi atas bawah itu ditali itu lho pakai kain putih. Isi dalam kain putih tanah yang dibungkus kain putih bagian atas dan bawah,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (21/1/2026).
Sarjoko memastikan, isi kotak tersebut bukan bayi, melainkan tanah yang dibungkus kain putih. Hingga kini, pemilik kotak belum diketahui karena tidak ada warga sekitar yang mengaku memilikinya.
“Pemiliknya belum diketahui, warga sekitar tidak ada yang merasa memiliki,” lanjutnya. Ia menambahkan, motif di balik keberadaan kotak itu juga belum diketahui dan masih didalami lebih lanjut.
Menurut Sarjoko, lokasi penemuan berada di pinggir jalan yang bersebelahan dengan area persawahan. Ia menyebut, situasi semacam itu wajar memicu kehebohan di desa.
“Biasa toh kalau ada penemuan kaya gitu di desa gampang ramai,” ucapnya. Ia pun enggan berspekulasi mengaitkan temuan tersebut dengan unsur mistis atau klenik seperti santet.
Sementara itu, Panewu Panjatan Agung Wibowo menyampaikan, berdasarkan informasi awal, penemuan kotak berisi kain putih tersebut belum menunjukkan indikasi adanya unsur tindak pidana. Ia membenarkan bahwa isinya berupa tanah yang dibungkus kain putih.
“Isinya tanah yang dibungkus kain warna putih. Terkait dugaan santet kita belum bisa menyimpulkan masih dalam penyelidikan,” jelasnya, seiring proses penelusuran yang masih berjalan untuk memastikan latar belakang kemunculan kotak tersebut di tengah permukiman warga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo menargetkan pengadaan tanah kas pengganti Kalurahan Palihan rampung Oktober 2026 setelah tim dibentuk dan audit selesai.
Polisi masih menyelidiki penyebab meninggalnya taruna Akpol Semarang berinisial AMM yang ditemukan terluka di kompleks pendidikan Akpol.
Dinsos Bantul menargetkan setiap pendamping PKH meluluskan 24 KPM dari bansos pada 2026 untuk mempercepat pengentasan kemiskinan.
Belanja gaji pegawai Pemkab Sleman 2027 turun menjadi Rp787,97 miliar. BKAD mewaspadai TPP terdampak jika target PAD tidak tercapai.
Pemerintah memastikan pemisahan anggaran BGN dari fungsi pendidikan mulai diterapkan pada penyusunan APBN 2028 sesuai putusan MK.
Balita menjadi kelompok paling rentan TBC di Kota Jogja. Hingga 23 Juli 2026 tercatat 174 anak terdiagnosis tuberkulosis.