Pengadaan Tanah Kas Desa Pengganti di Palihan Diawali dengan Audit
Pemkab Kulonprogo menargetkan pengadaan tanah kas pengganti Kalurahan Palihan rampung Oktober 2026 setelah tim dibentuk dan audit selesai.
Foto ilustrasi penjual cabai keriting. - Antara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Stok pangan Kulonprogo dipastikan aman menjelang Ramadan hingga Idulfitri 2026. Bahkan, hasil pemantauan menunjukkan harga cabai dan beras justru mengalami penurunan.
Kepastian tersebut disampaikan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY seusai melakukan pemantauan langsung di Pasar Sewugalur, Kapanewon Galur, Kulonprogo, Selasa (24/2/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi riil ketersediaan dan harga bahan pokok di tengah potensi kenaikan permintaan musiman.
Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY, Eling Priswanto, menegaskan bahwa pasokan komoditas utama dalam kondisi aman.
"Seluruh komoditi dalam kondisi pasokan yang aman mulai dari sayuran, ayam, telur, daging sapi, hingga beras. Kami berharap masyarakat tidak melakukan panic buying atau belanja berlebihan yang justru bisa memicu gejolak," jelas Eling kepada wartawan, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, cuaca buruk sebelumnya sempat memicu kekhawatiran kenaikan harga cabai karena adanya penundaan panen oleh petani. Namun, berdasarkan pantauan terbaru di lapangan, harga justru menunjukkan tren penurunan.
Eling menyampaikan optimisme bahwa kenaikan harga menjelang Lebaran tidak akan signifikan.
"Dilihat dari pantauan hari ini kemungkinan kenaikan harga menjelang lebaran nanti tidak begitu signifikan dan harapannya dalam kondisi aman," lanjutnya.
Ia juga membenarkan bahwa harga cabai mengalami koreksi cukup tajam. Penurunan disebut mencapai Rp10.000 per kilogram dibanding sebelumnya.
"Namun per hari ini, harga justru turun," katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwoko, menyatakan kondisi harga relatif stabil dengan stok yang tercukupi.
"Dari hasil pemantauan bersama pagi ini, kondisi harga relatif stabil. Kalaupun ada kenaikan, masih dalam ranah yang sangat wajar. Yang paling penting, ketersediaan stok kebutuhan bahan pokok untuk masyarakat menjelang Idul Fitri ini sangat aman dan tercukupi di pasar," ujarnya.
Berdasarkan hasil pemantauan TPID DIY di Pasar Sewugalur, mayoritas komoditas menunjukkan tren penurunan harga. Cabai rawit merah turun Rp10.000 menjadi Rp70.000/kg, cabai merah keriting turun Rp5.000 menjadi Rp30.000/kg, daging ayam turun Rp2.000 menjadi Rp38.000/kg, dan ikan lele turun Rp2.000 menjadi Rp25.000/kg.
Harga beras premium juga terkoreksi tipis menjadi Rp14.500/kg. Sementara itu, kenaikan hanya terjadi pada bawang merah sebesar Rp2.000 menjadi Rp37.000/kg, yang dinilai masih dalam batas kewajaran dan tidak membebani daya beli masyarakat.
Dengan kondisi tersebut, TPID DIY memastikan stok pangan Kulonprogo aman dan harga cabai turun menjadi indikator positif stabilitas pasar menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo menargetkan pengadaan tanah kas pengganti Kalurahan Palihan rampung Oktober 2026 setelah tim dibentuk dan audit selesai.
Kelompok Industri Fashion SAETA Magelang mengikuti pelatihan pengembangan produk Ecotik (Ecoprint Batik) dan manajemen keuangan
Aturan baru bawa power bank di pesawat: maksimal dua unit, dilarang digunakan, dan wajib di bagasi kabin. Cek kapasitas dan aturan penyimpanannya di sini!
Isu keretakan menerpa hubungan Lamine Yamal dan Inés García. Yamal unggah momen mesra, Inés bantah tudingan tinggalkan mantan. Simak klarifikasi lengkapnya!
QS Best Student Cities 2027: Seoul jadi kota kuliah terbaik dunia, kalahkan London. Jakarta dan Yogyakarta wakili Indonesia di peringkat global. Simak daftar le
Jepang pangkas pajak konsumsi makanan jadi 1 persen mulai April 2027. Berlaku dua tahun, kebijakan ini bertujuan meringankan beban rumah tangga di tengah kenaik