Kekeringan Kulonprogo Meluas ke 7 Kapanewon, Status Siaga Darurat Diperpanjang
Kekeringan Kulonprogo meluas ke tujuh kapanewon. BPBD telah menyalurkan 1,8 juta liter air dan memperpanjang siaga darurat hingga 31 Desember.
Foto ilustrasi penjual cabai keriting. - Antara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Stok pangan Kulonprogo dipastikan aman menjelang Ramadan hingga Idulfitri 2026. Bahkan, hasil pemantauan menunjukkan harga cabai dan beras justru mengalami penurunan.
Kepastian tersebut disampaikan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY seusai melakukan pemantauan langsung di Pasar Sewugalur, Kapanewon Galur, Kulonprogo, Selasa (24/2/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi riil ketersediaan dan harga bahan pokok di tengah potensi kenaikan permintaan musiman.
Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY, Eling Priswanto, menegaskan bahwa pasokan komoditas utama dalam kondisi aman.
"Seluruh komoditi dalam kondisi pasokan yang aman mulai dari sayuran, ayam, telur, daging sapi, hingga beras. Kami berharap masyarakat tidak melakukan panic buying atau belanja berlebihan yang justru bisa memicu gejolak," jelas Eling kepada wartawan, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, cuaca buruk sebelumnya sempat memicu kekhawatiran kenaikan harga cabai karena adanya penundaan panen oleh petani. Namun, berdasarkan pantauan terbaru di lapangan, harga justru menunjukkan tren penurunan.
Eling menyampaikan optimisme bahwa kenaikan harga menjelang Lebaran tidak akan signifikan.
"Dilihat dari pantauan hari ini kemungkinan kenaikan harga menjelang lebaran nanti tidak begitu signifikan dan harapannya dalam kondisi aman," lanjutnya.
Ia juga membenarkan bahwa harga cabai mengalami koreksi cukup tajam. Penurunan disebut mencapai Rp10.000 per kilogram dibanding sebelumnya.
"Namun per hari ini, harga justru turun," katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwoko, menyatakan kondisi harga relatif stabil dengan stok yang tercukupi.
"Dari hasil pemantauan bersama pagi ini, kondisi harga relatif stabil. Kalaupun ada kenaikan, masih dalam ranah yang sangat wajar. Yang paling penting, ketersediaan stok kebutuhan bahan pokok untuk masyarakat menjelang Idul Fitri ini sangat aman dan tercukupi di pasar," ujarnya.
Berdasarkan hasil pemantauan TPID DIY di Pasar Sewugalur, mayoritas komoditas menunjukkan tren penurunan harga. Cabai rawit merah turun Rp10.000 menjadi Rp70.000/kg, cabai merah keriting turun Rp5.000 menjadi Rp30.000/kg, daging ayam turun Rp2.000 menjadi Rp38.000/kg, dan ikan lele turun Rp2.000 menjadi Rp25.000/kg.
Harga beras premium juga terkoreksi tipis menjadi Rp14.500/kg. Sementara itu, kenaikan hanya terjadi pada bawang merah sebesar Rp2.000 menjadi Rp37.000/kg, yang dinilai masih dalam batas kewajaran dan tidak membebani daya beli masyarakat.
Dengan kondisi tersebut, TPID DIY memastikan stok pangan Kulonprogo aman dan harga cabai turun menjadi indikator positif stabilitas pasar menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kekeringan Kulonprogo meluas ke tujuh kapanewon. BPBD telah menyalurkan 1,8 juta liter air dan memperpanjang siaga darurat hingga 31 Desember.
DPRD Kulonprogo menyoroti kendaraan ODOL dan aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan serta usia pakai jalan.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman digelar dua hari di Kulonprogo, mempertemukan 25 stan dan stakeholder pertanian DIY.
Pengajuan pengunduran diri Dukuh Krapyak Wetan, Bantul, belum memenuhi syarat. Pemkab menyebut hasil klarifikasi tak menemukan unsur tuduhan.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Bank Mandiri membayarkan dividen interim Rp6,16 triliun bertepatan HUT ke-28. Total dividen sepanjang kalender 2026 mencapai Rp50,63 triliun.