Dispar Kulonprogo Perluas Retribusi Digital, Sasar Waduk Sermo
Dispar Kulonprogo memberlakukan permanen retribusi QRIS di Pantai Glagah dan menargetkan perluasan ke destinasi lain, termasuk Waduk Sermo.
Ilustrasi jobfair./Harian Jogja-Abdul Hamied Razak
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kulonprogo akan menggelar job fair besar pada 23–24 Juni 2026 di Taman Budaya Kulonprogo. Kegiatan ini menghadirkan 26 perusahaan dengan total sekitar 2.100 lowongan kerja yang terbuka bagi masyarakat umum, khususnya lulusan baru.
Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan, dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnaker Kulonprogo, Yuli Indriyatna, menegaskan bahwa pihaknya tidak memasang target angka pasti terkait serapan tenaga kerja. Namun, ia berharap tenaga kerja lokal Kulonprogo bisa menjadi prioritas utama dalam perekrutan.
“Walaupun job fair terbuka untuk umum, kami menginginkan adanya penyerapan tenaga kerja lokal yang dominan,” ujar Yuli, Rabu (17/6/2026).
Untuk memastikan informasi tersampaikan secara luas, Disnaker telah melakukan berbagai upaya sosialisasi. Mulai dari penyebaran poster ke seluruh kapanewon dan kalurahan hingga koordinasi dengan sekolah-sekolah melalui Balai Dikmen yang menaungi SMK di Kulonprogo. Selain itu, promosi juga dilakukan secara masif melalui media sosial.
Yuli berharap langkah tersebut mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, sehingga peluang kerja yang tersedia benar-benar dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, job fair ini menjadi momen penting bagi pencari kerja untuk bertemu langsung dengan perusahaan dan memahami kebutuhan dunia industri.
Momentum pelaksanaan job fair yang berdekatan dengan masa kelulusan SMA/SMK dinilai sangat strategis. Para lulusan baru diharapkan bisa langsung memanfaatkan kesempatan ini untuk memasuki dunia kerja.
“Kami berharap sekolah dapat mendorong lulusan barunya untuk hadir. Ini kesempatan berharga untuk berinteraksi langsung dengan perusahaan dan mengenali peluang kerja yang tersedia,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Disnaker Kulonprogo, Bambang Sutrisna, mengungkapkan bahwa pada pelaksanaan tahun sebelumnya, sekitar 600 tenaga kerja berhasil terserap. Tahun ini, pihaknya menargetkan peningkatan menjadi minimal 700 tenaga kerja.
Ia juga mengakui bahwa jumlah lowongan yang tersedia kerap lebih banyak dibanding jumlah pelamar. Oleh karena itu, Disnaker terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar lebih terbuka terhadap berbagai jenis pekerjaan yang ditawarkan.
“Lowongan tidak hanya tersedia di Kulonprogo, tetapi juga di wilayah DIY hingga luar negeri. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terlalu selektif agar peluang kerja bisa dimanfaatkan dengan baik,” tandasnya.
Dengan ribuan lowongan yang tersedia dan keterlibatan puluhan perusahaan, job fair ini menjadi salah satu peluang besar bagi masyarakat Kulonprogo dan sekitarnya untuk mendapatkan pekerjaan sesuai minat dan kompetensi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dispar Kulonprogo memberlakukan permanen retribusi QRIS di Pantai Glagah dan menargetkan perluasan ke destinasi lain, termasuk Waduk Sermo.
Mandat ganda Bank Indonesia memperkuat peran kebijakan moneter dan sinergi IRU, GIRU, serta RIRU dalam mendorong investasi dan lapangan kerja.
Imigrasi mencekal Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke luar negeri selama enam bulan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Bea Cukai.
DIY perlu mengembangkan industri berbasis pengetahuan dan teknologi yang bernilai tambah tinggi, hemat lahan, serta mampu menyerap talenta lokal.
PSS Sleman melakukan sejumlah perubahan saat menghadapi Garudayaksa FC. Frederic Injai, Lucao, dan Muhammad Isfandyar masuk starting XI.
Wahyu Suhendri terpilih menjadi Ketua PKDI DIY periode 2026-2031. Ia berkomitmen memperjuangkan aspirasi lurah dan kesejahteraan masyarakat.