Makna Podhang Ngisep Sari, Ikon Gunungkidul yang Berkibar saat HUT RI
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Panuti menunjukkan pohon kakao yang sudah tumbuh di Desa Terong, Dlingo, Minggu (2/4/2018)./Harian Jogja-Salsabila Annisa Azmi
Harianjogja.com, BANTUL -- Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DP2KP) menetapkan tiga desa di Kecamatan Dlingo sebagai sentra produksi kakao di Bantul. Penanaman sudah dimulai sejak 2016 lalu dengan menanam 50.000 bibit kakao dan diharapkan di 2019 mendatang sudah mulai berbuah.
Ketiga wilayah yang direncanakan sebagai sentra kakao meliputi Desa Muntuk, Mangunan dan Terong. Kepala DP2KP Bantul Pulung Haryadi mengatakan untuk saat ini proses budi daya kakao di tiga desa masih dalam pemeliharaan dengan melibatkan masyarakat setempat. Menurut dia, upaya dalam membentuk sentra kakao di Kecamatan Dlingo tidak hanya memberikan bantuan benih. Namun juga proses pendampingan dalam proses budi daya.
“Untuk pendampingan sudah dilakukan baik melalui pendamping lapangan maupun petugas yang dimiliki oleh dinas sehingga budi daya berjalan dengan baik,” kata Pulung, Rabu (18/4/2018).
Dia mengungkapkan proses perkembangan tanaman kakao berjalan dengan baik. Ditargetkan tahun depan puluhan ribu tanaman tersebut sudah bisa berbuah dan diproduksi untuk pembuatan cokelat.
“Memang ada serangan hama, tetapi dengan pendampingan yang intensif bisa ditangani dengan baik,” katanya.
Dijelaskan Pulung, penetapan tiga desa sebagai sentra kakao bertujuan untuk menunjang sektor pariwisata di kawasan Mangunan yang berkembang dengan pesat. Selain itu, dari sisi geografis ketiga kawasan juga sangat cocok untuk pengembangan budi daya cokelat. “Jadi kalau sudah berproduksi bisa menambah alternatif lain setelah keberadaan kebun buah di kawasan Mangunan,” ucapnya.
Guna menunjang program budi daya kakao, Pulung mengaku sudah berencana mendirikan dua rumah produksi cokelat. Hanya, untuk pendirian masih menunggu proses tanaman kakao berbuah. “Mudah-mudahan di tahun depan sudah bisa dianggarkan karena diperkirakan kakao yang ditanam sudah mulai berbuah,” katanya.
Kepala Bagian Pelayanan Desa Terong, Lanjar Nurhadi mengatakan budi daya kakao di wilayahnya masih dalam tahap awal. Menurut dia, jumlah benih yang ditanam warga belum banyak dan sekarang masih dalam proses pemeliharaan.
“Belum berbuah dan masih dalam masa pertumbuhan,” katanya.
“Mudah-mudahan penanaman dapat berhasil sehingga buah kakao yang dihasilkan dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan warga,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Bulog menyalurkan beras dan minyak goreng bagi penyintas gempa NTT. Bantuan mencapai 10 ton beras dan 1.000 liter minyak per kabupaten.
Gempa magnitudo 6,2 mengguncang Parigi Moutong. BPBD menyebut belum ada laporan rumah warga rusak, tetapi plafon dan dinding kantor PU terdampak.
Gubernur NTT Melki Laka Lena menetapkan status tanggap darurat gempa selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Agustus 2026.
PLN siagakan 45.000 personel dan cadangan daya 9 GW untuk mengamankan kelistrikan nasional saat HUT ke-81 RI.
Dua desainer kebaya dari DIY lolos tingkat regional Fatmawati Trophy 2026 dan akan bersaing di tingkat nasional di Bali pada Oktober 2026.