Bediding Makin Terasa, Warga Gunungkidul Diminta Waspada
Fenomena bediding membuat suhu Gunungkidul turun hingga 19,3 derajat Celsius. Warga diminta waspada terhadap batuk, pilek, dan penurunan daya tahan tubuh.
Ilustrasi monyet ekor panjang./Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Memasuki masa panen dan masa tanam kedua, serangan monyet ekor panjang kembali mengganas. Di Kecamatan Purwosari, 10 hektare tanaman pangan ludes dijarah monyet. Di Kecamatan Gedangsari dan Paliyan, warga harus berjibaku di ladang demi mengusir monyet yang sewaktu-waktu datang menyerbu.
Kepala Dusun Nglumbung, Desa Giricahyo, Kecamatan Purwosari, Walidi Mustofa, menyatakan warganya resah dengan serangan monyet ekor panjang ke lahan pertanian. Meski serangan monyet sudah sering terjadi di wilayah Purwosari, petani tetap resah dan khawatir karena bisa mengganggu hasil panen. Terlebih serangan ini banyak terjadi saat masa panen dan masa tanam. “Di Dusun Nglumbung lahan seluas 10 hektare rusak dijarah kawanan monyet ekor panjang,” kata Walidi kepada wartawan, Jumat (1/3/2019).
Menurut dia warga tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi serangan. Terlebih lagi, tidak jauh dari dusun terdapat sebuah gua yang diduga menjadi tempat persembunyian kawanan monyet. “Yang datang tidak hanya satu atau dua ekor, tetapi hingga ratusan ekor. Sekali menyerang lahan pertanian, semua tanaman habis dijarah. Untuk mengatasi serangan warga hanya bisa menunggu lahan dan mengusir saat kawanan kera datang menjarah,” katanya.
Walidi berharap Pemkab bisa memberikan bantuan agar serangan monyet tidak semakin meluas. Upaya pencegahan sangat dibutuhkan agar petani tidak semakin merugi. “Kawanan monyet terus beranak-pinak, jika terus dibiarkan serangan bisa tambah meluas,” kata dia.
Serangan monyet ekor panjang tidak hanya terjadi di wilayah Purwosari. Di Kecamatan Paliyan dan Gedangsari, warga juga melaporkan adanya serangan monyet ekor panjang di lahan pertanian.
Kapolsek Gedangsari, AKP Edy Purnomo, membenarkan di wilayahnya beberapa waktu lalu terjadi serangan monyet ekor panjang ke lahan pertanian milik warga. Menurut dia warga hanya membiarkan karena saat diusir, kawanan monyet akan datang lebih banyak lagi. “Monyet yang datang tidak bergelantungan di pohon, tapi berjalan di tanah terus menyerang tanaman pangan milik petani,” kata Edy.
Salah seorang warga Dusun Namberan, Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan, Yanto, mengatakan serangan monyet ekor panjang sudah sering terjadi. Menurut dia kawanan monyet ini sering menjarah tanaman jagung, kacang dan singkong milik petani. “Kami tidak tahu bagaimana cara mengusir kawanan monyet ini. Yang jelas, dengan serangan ini warga menjadi resah,” kata Yanto.
Dia menjelaskan untuk mengantisipasi serangan, banyak petani yang menghabiskan waktu dari Subuh hingga Magrib hanya untuk menjaga lahan agar tidak dijarah. “Mau bagaimana lagi karena dengan ditunggui menjadi satu-satunya cara agar lahan tidak diserang. Kami berharap pemerintah bisa memberikan solusi agar serangan bisa dicegah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fenomena bediding membuat suhu Gunungkidul turun hingga 19,3 derajat Celsius. Warga diminta waspada terhadap batuk, pilek, dan penurunan daya tahan tubuh.
Jadwal SIM Keliling Bantul Juli 2026 lengkap. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan biaya perpanjangan SIM.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini Selasa 7 Juli 2026 lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 7 Juli 2026 di Condongcatur. Cek lokasi, waktu layanan, dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Sebanyak tujuh siswa asal Sleman resmi diterima di Sekolah Rakyat MA 20 melalui SK Gubernur DIY. Mereka sementara tinggal di SRT Kulonprogo.
akil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik, mengajak petani milenial di Kalurahan Terbah, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, untuk berani menanam komoditas bawang