PERTANIAN GUNUNGKIDUL : Harga Cabai Tinggi, Petani Sumringah

Anjar Kurniawan memantau tanaman cabainya di Dusun Ngawis II, Desa Ngawis, Kecamatan Karangmojo beberapa waktu lalu. (JIBI/Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah)
06 Januari 2015 22:22 WIB Kusnul Isti Qomah Gunungkidul Share :

Pertanian Gunungkidul, terutama petani cabai menuai keuntungan besar karena masa panen semakin dekat.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Harga cabai yang tinggi membuat petani cabai di Desa Ngawis, Kecamatan Karangmojo sumringah. Pasalnya, mereka bisa menjual cabai dengan harga bagus.

Ketua Kelompok Tani Cabai Dusun Ngawis II Anjar Kurniawan mengatakan, petani cabai di Ngawis II jarang mendapatkan harga yang bagus. Namun, kali ini, ketika harga cabai tinggi, petani sudah mulai memanen cabainya.

“Namun, panennya masih sedikit. Rata-rata panen tiga kilogram cabai merah besar,” ungkap dia kepada Harian Jogja, Senin (5/1/2015).

Ia mengungkapkan karena panenan masih sedikit, petani menjual cabai di warung-warung dengan harga Rp60.000 setiap kilogram. Harga ini diakuinya sebagai nilai yang bagus. Selain harga cabai merah besar yang bagus, harga cabai hijau juga dinilai luar biasa. Pasalnya, harga cabai hijau sangat jarang menembus angka Rp20.000. Biasanya, hanya berkisar Rp10.000.

“Biasanya, pas panen harga cabai justru anjlok. Harga standar cabai merah besar umumnya di kisaran belasan ribu rupiah,” ungkap dia.

Handoko mengungkapkan, dua minggu lagi diperkirakan petani akan panen. Ia memperkirakan, harga cabai saat itu masih cukup bagus. Menurut diaa, harga cabai akan mengalami penurunan namun akan bertahan di atas Rp40.000.

“Mungkin satu kilogram cabai merah besar sekitar Rp50.000. Semoga saja pemerintah tidak impor cabai,” ujar dia.

Tantangan petani, ungkap dia, semakin banyak di musim hujan karena semakin banyak penyakit dan hama. Hal itu, membutuhkan ketelatenan petani mulai dari menanam. Tanaman harus dilindungi sejak menanam agar tidak diserang penyakit. Selain itu, jika terlalu banyak air juga tidak baik bagi tanaman cabai.

“Biasanya, petani di daerah yang banyak air tidak menanam cabai di musim hujan,” ujar dia.