LALU LINTAS JOGJA : Jalur Searah Tak Kurangi Kemacetan Tapi Kesemrawutan

Pengendara melintas jalan Prawirotaman, Jogja, Kamis (25/2/2016). Dishub Kota Jogja berencan menjadikan Jalan Prawirotaman satu arah dengan mengarah ke timur menuju Jalan Sisingamangaraja mulai tanggal 1 maret 2016. (Gigih M. Hanafi/JIBI - Harian Jogja)
26 Februari 2016 09:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Lalu lintas Jogja untuk jalur searah ditambah.

Harianjogja.com, JOGJA- Kepala Bidang Rekayasa Lalu Lintas Jalan, Golkari Yulianta menyebutkan, sampai saat ini sudah ada 15 jalur yang diberlakukan searah, termasuk tiga ruas jalan yang berlaku searah mulai 1 Maret mendatang. Ke-15 jalur tersebt di antaranya Jalan C Simanjuntak, Jalan Prof Yohanes, Jalan Munggur, Jalan Kusbini, Jalan Langensari, Jalan Malioboro, Jalan Mangkubumi, dan Jalan Kleringan.

Yuli-sapaan akrab Golkari Yulianta mengatakan pemberlakukan jalan searah akan terus dilakukan di jalur-jalur wisata di Jogja.

“Masih ada beberapa ruas jalan yang akan diberlakukan searah tapi masih dalam kajian, salah satunya Jalan AM Sangaji,” ujar dia, Kamis (25/2/2016)

Menurut Yuli, jalan searah memang tidak menghilangkan kepadatan kendaraan yang terus meningkat volumenya dari hari ke hari di Kota Jogja, tetapirekayasa arus lalu lintas itu dapat mengurangi kepadatan dan kesemrawutan.

Dari hasil kajian, kemacetan lalu lintas di seluruh ruas jalan di Kota Jogja saat ini tiap harinya mencapai 7% dan kondisi tersebut akan terus meningka, bahkan pada 2023 kemacetan diprediksi mencapai 23%. Sementara panjang jalan di Kota Jogja 258,023 kilometer, dengan kepadatan kendaraan mencapai 1845,9 kendaraan per kilometer.

“Salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan jalan yang bisa kami lakukan salah satunya dengan penerapan jalan satu arah,” tandas Yuli.