Ramadan dan Lebaran, Telkomsel Prediksikan Kenaikan Traffic 15%
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Segenap penyelenggara J150K berfoto bersama seusai melakukan jumpa pers di Hotel LPP Garden Ambarrukmo, Kamis (8/12/2016). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)
Wisata Jogja kali ini berupa fun touring ke desa-desa menggunakan sepeda.
Harianjogja.com, SLEMAN -- Jogja Holding Bike bersama komunitas Sepeda Sampai Tua (Sesat) menggelar kegiatan Jogja 150 Kilometer atau J150K, 25 Februari 2017. Kegiatan gowes sepeda lipat ini ditargetkan dapat diikuti 300 peserta, dari dalam maupun luar negeri.
Ketua Pelaksana kegiatan Aryo Wikantomo menjelaskan, konsep yang digunakan untuk acara ini lebih pada fun touring ke desa-desa.
“Kita tidak balapan. Sesuai tema “nJajah Desa Milang Kori”, kami ingin kenalkan pada peserta potensi desa-desa yang dilewati,” katanya dalam jumpa pers di Hotel LPP Garden, Kamis (8/12/2016).
Sesuai nama acara J150K, kegiatan ini akan menempuh jarak 150 kilometer, dengan mengambil start dan finish di Hotel LPP Ambarrukmo. Adapun rute yang akan dilewati adalah LPP Garden, Tajem, Universitas Islam Indonesia (UII), Jalan Magelang, Pemerintah Kabupaten Sleman, Minggir, Pantai Baru, Moyudan, Sedayu, Pajangan, Kantor Kelurahan Pleret, dan berakhir di LPP Garden.
Aryo menjelaskan, sampai saat ini peserta dari Bangka, Makassar, dan Bali sudah melakukan konfirmasi akan ikut dalam kegiatan ini. Sementara dari pihak Sesat sendiri juga mengundang peserta dari luar negeri.
“Kami mengundang juga dari Belanda dan Singapura. Estimasi sekitar 10 sampai 25 orang,” kata perwakilan komunitas Sesat, Irawan.
Nantinya kegiatan J150K ini akan dimulai pukul 06.00-17.00 WIB. Berbagai doorpize menarik turut disajikan untuk menarik para peserta. Doorprize utama berupa sepeda lipat kelas premium. Kontribusi peserta baik dalam maupun luar negeri adalah Rp200.000. Peserta akan mendapatkan t-shirt, makan siang, kupon doorprize, dan termasuk asuransi.
Penanggung Jawab Acara Candra Wiryanto mengatakan, memobilisasi pecinta sepeda lipat memang lebih mudah. Sebab, setiap kota pasti memiliki komunitas sepeda lipat meski induk komunitas berada di Jakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.