Advertisement
Lingkungan Buruk, Setahun 33 Balita di Kota Jogja Meninggal Dunia
Advertisement
Sebanyak 33 balita meninggal karena diare dan radang paru-paru.
Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Kesehatan Kota Jogja mengimbau masyarakat untuk terus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungannya masing-masing. Imbauan ini terkait masih tingginya angka kematian balita di Jogja.
Advertisement
Dinas Kesehatan mencatat angka kematian balita di Jogja selama 2017 lalu sebanyak 33 orang. Jumlah ini meningkat di banding 2016 lalu, sebanyak 30 orang. "Penyebab kematian balita adalah karena radang paru dan diare. Ini karena kondisi lingkungan yang kurang sehat, maka perlu ditingkatkan lagi PHBS," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Jogja, Agus Sudrajat, saat dihubungi, Senin (22/1/2018).
Agus mengklaim angka kematian balita di Jogja masih terbilang rendah di banding angka rata-rata nasional. Bahkan menurut dia, angka kematian itu sudah menurun dibanding 2015 lalu sebanyak 34 orang. Kendati demikian, pihaknya tetap berupaya untuk terus menekan angka kematian balita.
Beberapa program yang dilakukan di antaranya menggencarkan gerakan PHBS, gerakan masyarakat hidup sehat (Germas), Si Kesi Gemas atau sistem kelurahan siaga gerakan masyarakat hidup sehat dan SIPP-Mas atau sistem Informasi promosi dan pemberdayaan berbasis Website dan Android yang telah diluncurkan akhir tahun lalu.
Agus menyarankan pentingnya cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setiap akan menyentuh balita, terutama saat pulang kerja. Hal itu untuk menghindari adanya kuman dan virus yang dibawa yang berpotensi menyerang kekebalan tubuh balita.
Selain itu, Agus juga menekankan pentingnya menyediakan ventilasi udara dan cahaya matahari yang bisa masuk ke dalam rumah. Tahun ini pihaknya akan memberikan bantuan berupa genteng kaca kepada masyarakat, khusus masyarakat miskin pemegang kartu menuju sejahtera (KMS)?. Anggaran pengadaan genteng kaca, sekitar 40,5 juta. Genteng kaca dimaksudkan agar sinar matahari masuk ke dalam rumah. "Karena kuman akan mati jika terkena matahari," ujar Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- WFH ASN DIY Mulai Pekan Ini, Car Free Day Tetap Lanjut
- Makan Bersama Jadi Cara Unik Cegah Stunting di Gowongan
- Dukuh Gugat ke PTUN Seusai Dicopot, Warga Seloharjo Bela Lurah
- Cuaca Tak Menentu di Jogja, Warga Diminta Waspada Pohon Tumbang
- Kereta di Jogja Kembali Tepat Waktu Seusai Evakuasi KA Bangunkarta
Advertisement
Advertisement




