Geopark Gunungsewu Akan Dinilai Lagi UNESCO, Ini Persiapan Gunungkidul
Gunungkidul bersiap menghadapi revalidasi Geopark Gunungsewu sebagai UNESCO Global Geopark pada 2027 dengan membenahi sejumlah catatan UNESCO.
Para petani di Desa Trirenggo, Bantul, sedang memanen padi, Rabu (4/4/2018). /Harian Jogja- Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL – Pemerintah Kabupaten Bantul akan meluncurkan merek beras lokal Bantul. Rencananya launching produk ini dilaksanakan pada Rabu (2/5/2018) di kawasan Kebun Buah Mangunan, Kecamatan Dlingo.
Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Bantul Pulung Haryadi mengatakan, untuk peluncuran merek beras lokal Bantul sudah melakukan berbagai persiapan dan sekarang sudah memasuki tahap finalisasi. Hal ini terlihat dari rencana peluncuran branding yang dilaksanakan pada awal Mei mendatang. “Sudah kita siapkan dan akan diluncurkan oleh bupati pada 2 Mei nanti di kawasan kebun buah Mangunan,” kata Pulung kepada wartawan, Jumat (27/4/2018).
Menurut dia, tujuan utama membuat merek lokal adalah untuk mewadahi hasil panen padi dari petani yang tergabung dalam gabungan kelompok petani. Oleh karenanya, seluruh gapoktan di Bantul dapat menggunakan nama merek ini. Namun, untuk dapat menggunakan merek ini, gapoktan harus memenuhi beberapa persyaratan. Salah satunya, harus memiliki sertifikat produksi domestic dari Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD).
Dikatakan Pulung, sertifikasi ini sangat penting guna menjamin standarisasi mutu beras yang akan dijual di pasaran. Hingga saat ini, sudah ada 30 gapoktan yang telah memiliki sertifikat produk domestic. Namun dari jumlah tersebut, baru dua kelompok yang sudah bisa berproduksi secara mandiri.
Sayangnya, saat disinggung mengenai penamaan, Pulung enggan membeberkan dengan alasan untuk membuat kejutan. “Kalau sekarang disebut nanti bukan jadi kejutan. Jadi tunggu saat peluncuran saja,” ungkapnya.
Menurut dia, tahapan setelah peluncuran merek beras lokal, DP2KP akan membantu dalam memperkenalkan di pasaran. Selain itu, akan dibentuk tim yang bertugas melakukan pengawasan terhadap kualitas dan mutu dari beras yang dihasilkan. “Intinya dengan merek lokal, pemkab ingin petani di Bantul bisa lebih sejahtera,” imbuhnya.
Anggota DPRD Bantul dari Fraksi PDI Perjuangan Yudha PW mengapresiasi langkah pemkab untuk melaunching beras merek lokal. Ia pun berharap dengan terus melakukan inovasi di bidang pertanian mampu meningkatkan kesejahteraan petani di kawasan Bantul. “Kami dukung karena program yang dilaksankaan untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.
Menurut dia, yang tak kalah penting dalam pengelolaan pertanian adalah menjaga luas lahan untuk tanam agar terus dipertahankan. Keberadaan lahan hijau perlu dipertahankan untuk mewujudkan swasembeda pangan daerah. “Lahan pertanian jangan sampai hilang karena Bantul merupakan salah satu daerah penyumbang beras tertinggi di DIY,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul bersiap menghadapi revalidasi Geopark Gunungsewu sebagai UNESCO Global Geopark pada 2027 dengan membenahi sejumlah catatan UNESCO.
Gemini milik Google mengakses sistem tiga perusahaan saat uji coba keamanan siber pada Mei 2026. Google menyatakan ketiga perusahaan telah diberi tahu.
Nama anak pertama Lady Gaga dan Michael Polansky terungkap. Bayi bernama Rose Bean Polansky lahir di Los Angeles pada 9 Juni 2026.
Kuasa hukum korban dugaan pemerkosaan eks santriwati di Sleman meminta perlindungan korban dan menyoroti tanggung jawab lembaga pendidikan.
Rosé BLACKPINK mengklarifikasi foto viral saat memegang iPhone 18 Pro. Ia mengungkap bagian foto yang diedit, termasuk posisi jari dan sidik jari di layar.
Marc Marquez menjadi yang tercepat di FP2 MotoGP Austria 2026 dengan waktu 1 menit 29,663 detik. Jorge Martin dan Pedro Acosta melengkapi tiga besar.